Hidayatullah.com – Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Pemuda Hidayatullah ke-IX yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, pada 8–11 Januari.
Dalam sambutannya, Naspi Arsyad menekankan pentingnya peran strategis pemuda sebagai motor perubahan, pembangun peradaban, dan pilar kepemimpinan organisasi dan masa depan Indonesia.
Naspi menyampaikan bahwa visi kepemimpinan organisasi masih menjadi spirit Hidayatullah. Menurutnya, kepemimpinan merupakan syarat mutlak dalam proses mewujudkan peradaban Islam sebagaimana digariskan dalam Arah Kebijakan Strategis Organisasi.
“Pemuda adalah kekuatan hari ini dan pemimpin hari esok. Jika pemudanya baik, maka umat akan baik,” ujar Naspi mengutip buku, Pemuda Berdaya karya Rasfiuddin Sabaruddin, Ketua Umum Pemuda Hidayatullah 2023-2025.
Komitmen rejuvenasi masih terus konsisten, hal itu tercermin dari komposisi pengurus DPP Hidayatullah periode 2025-2030. Naspi menyatakan rata-rata berusia lebih muda empat tahun dibanding periode sebelumnya. “Ini merupakan bentuk kepercayaan dan ruang aktualisasi bagi kader-kader muda Hidayatullah,” tegas Naspi yang juga Ketua Umum PP Pemuda 2013-2016 ini.
Naspi mengingatkan agar dinamika gerakan Pemuda tidak hanya terasa menjelang momentum Munas semata, tetapi terus hidup melalui karya, gagasan, dan kontribusi nyata di berbagai bidang.
“Jangan sampai eksistensi pemuda hanya terasa setiap tiga tahun saat Munas. Pemuda harus hadir setiap saat melalui kerja, program, dan pengaruh yang memberi dampak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Naspi turut menyoroti pentingnya keselarasan peran pemuda dengan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pemuda Hidayatullah harus mampu memposisikan diri sebagai bagian dari elemen strategis bangsa, bukan sekadar penonton perubahan.
Naspi mengibaratkan layaknya tim sepakbola yang terdiri dari berbagai elemen penting. Mulai dari pemain utama, cadangan, sampai manager. Ia menegaskan Pemuda Hidayatullah penting menentukan posisi sedini mungkin. “Indonesia Emas bukan hanya proyek pembangunan, tetapi proyek peradaban dan proyek manusia. Dan amanah itu ada di tangan pemuda,” katanya.
Naspi juga membocorkan salah satu program strategis yang disiapkan DPP Hidayatullah, yakni pembentukan Lembaga Kajian Publik Civitas. Nantinya, diharapkan dapat memperkuat peran organisasi dalam diskursus kebangsaan dan kebijakan publik. Karena itu, ia mengajak agar Pemuda melahirkan kepemimpinan yang berani, visioner, dan produktif melalui karya nyata yang berkelanjutan.
Naspi juga menyinggung soal anggaran. Ia mengungkapkan bahwa DPP meningkatkan subsidi kepada Pemuda, sebesar 30 persen. Dengan syarat evaluasi kinerja dalam enam bulan ke depan. Ia berharap dukungan tersebut dapat melahirkan karya-karya yang luar biasa.
Di akhir sambutannya, Naspi mengajak seluruh peserta munas untuk memperkuat semangat kebersamaan, komitmen perjuangan, dan keberanian mengambil peran dalam membangun masa depan bangsa, dan peradaban Islam. “Masa depan Hidayatullah dan kontribusinya untuk Indonesia sangat bergantung pada kualitas pemudanya hari ini,” tegas Naspi.
Munas Pemuda Hidayatullah ke-IX diikuti perwakilan pengurus wilayah dan daerah dari berbagai provinsi di Indonesia. Forum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi, penyusunan arah program strategis, serta pemilihan kepemimpinan Pemuda untuk periode mendatang.
Hadir dalam pembukaan, senior-senior Pemuda Hidayatullah dari waktu ke waktu. Seluruh stakeholder di Hidayatullah, dari tingkat Pusat hingga Daerah. Amal Usaha, serta Organisasi Pendukung. *Azim Arrasyid




