Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

2025 Jadi Tahun Paling Mematikan bagi Jurnalis, Israel Bunuh Terbanyak

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 27 Februari 2026 14:45 2:45 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 27 Februari 2026 14:45
Bagikan
Gaza dan Kematian Jurnalisme Barat
Bagikan

Hidayatullah.com – Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) mencatat kematian 129 jurnalis dan pekerja media di seluruh dunia pada tahun 2025. Dua pertiga dari pembunuhan ini dilakukan oleh militer penjajah Israel.

Angka ini merupakan jumlah korban tahunan tertinggi yang tercatat sejak CPJ mulai melacak kasus-kasus tersebut pada tahun 1992. Sebagian besar korban adalah jurnalis dan pekerja media Palestina di Gaza.

Laporan CPJ, yang dirilis pada hari Rabu di New York, menyebut pasukan Zionis melakukan sejumlah pembunuhan terarah yang belum pernah terjadi sebelumnya, melebihi jumlah pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan pemerintah lainnya di seluruh dunia.

Laporan tahun 2025 menunjukkan bahwa lebih dari tiga perempat pembunuhan jurnalis terjadi di zona konflik. Empat jurnalis tewas di Ukraina dan sembilan di Sudan pada tahun yang sama.

Namun, angka-angka ini masih sangat rendah dibandingkan dengan jumlah korban yang dibunuh oleh Israel.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Direktur Eksekutif CPJ, Jodie Ginsberg, mengatakan, “Jurnalis meninggal dalam jumlah yang sangat besar pada saat akses informasi lebih penting dari sebelumnya.”

Ia menambahkan bahwa serangan terhadap jurnalis mencerminkan serangan yang lebih luas terhadap kebebasan. Ia memperingatkan bahwa kurangnya akuntabilitas “membahayakan semua orang.”

Laporan tersebut juga menyoroti meningkatnya penggunaan drone dalam menargetkan jurnalis. CPJ mencatat 39 pembunuhan terkait drone pada tahun 2025:

28 oleh militer Israel di Gaza
5 oleh Pasukan Dukungan Cepat Sudan
1 di Irak, kemungkinan oleh serangan udara Turki
4 di Ukraina oleh drone Rusia

Ini adalah jumlah korban drone bersenjata tertinggi dalam konflik sejak 2022.

CPJ menekankan bahwa budaya impunitas memicu peningkatan jumlah korban jiwa. Pemerintah hanya melakukan investigasi transparan dalam 47 pembunuhan yang disengaja yang didokumentasikan pada tahun 2025, jumlah pembunuhan terarah tertinggi dalam satu dekade. Tidak satu pun dari kasus-kasus ini yang berujung pada pertanggungjawaban.

Kegagalan untuk melindungi jurnalis mendorong pelanggaran lebih lanjut, bahkan di negara-negara di luar zona perang. Pada tahun 2025, jurnalis terbunuh di Meksiko, India, dan Filipina.

Meksiko mencatat setidaknya enam kematian jurnalis tahun lalu. Mekanisme perlindungan federal gagal menghentikan kekerasan, dengan setidaknya satu jurnalis terbunuh setiap tahun selama satu dekade. Di Filipina, tiga jurnalis ditembak mati, tetapi hanya satu kasus yang berujung pada penangkapan.

Di Asia dan Amerika Latin, jurnalis yang meliput korupsi dan kejahatan terorganisir menghadapi peningkatan serangan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida GazaKomite Perlindungan JurnalispalestinaPekerja Mediawartawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim
Tulisan selanjutnya Bendera China Israel China Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?