Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Salim Said: Sejak Hari Pertama Menjabat Donald Trump Sudah Kontroversi

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Maret 2026 15:38 3:38 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Maret 2026 15:35
Bagikan
Salim Said
Bagikan

Hidayatullah.com—Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Guru Besar Universitas Pertahanan, Prof Dr Salim Said, menilai kebijakan Presiden AS Donald Trump justru memperumit situasi dan berpotensi membuat Amerika semakin tidak aman.

Salim Said menilai konflik yang memanas tidak bisa dilepaskan dari berbagai persoalan politik yang juga dihadapi Trump di dalam negeri Amerika.

“Tidak ada presiden Amerika sepanjang ingatan saya yang sudah mulai ribut sejak hari pertama dia masuk Gedung Putih. Tidak pernah ada hari lewat tanpa persoalan baru, ada persoalan yang tidak selesai,” ujar Salim Said dalam Tayangan Talk Show RELOAD di TVOne, 15 Maret 2026.

Menurutnya, Trump tidak hanya berhadapan dengan Iran, tetapi juga menghadapi berbagai persoalan geopolitik lain seperti ketegangan dengan Rusia serta konflik yang melibatkan Ukraina.

Pembunuhan Soleimani Memicu Ketegangan Baru

Baca Juga

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Salim Said menegaskan bahwa situasi di Timur Tengah semakin panas setelah keputusan Trump memerintahkan serangan yang menewaskan Jenderal Iran, Qassem Soleimani, salah satu tokoh militer paling berpengaruh di negara tersebut.

“Sekarang ini menjadi panas karena Trump membunuh salah seorang perwira tinggi yang sangat penting di Iran, yaitu Soleimani,” kata Salim.


Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut juga memicu kontroversi di Washington karena dilakukan tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan Kongres Amerika Serikat.

Politik Domestik AS Ikut Memperkeruh Situasi

Pada saat yang sama, Trump juga tengah menghadapi tekanan politik dalam negeri, termasuk proses pemakzulan yang sedang bergulir di Kongres.

Menurut Salim Said, kondisi ini membuat kebijakan militer Trump semakin menjadi sorotan publik dan politisi di Amerika.

“Dia menyerang Iran dan membunuh Soleimani itu tidak berbicara dengan Kongres. Karena itu muncul tuntutan agar ada pembatasan penggunaan tentara oleh presiden,” ujarnya.

Situasi tersebut semakin kompleks setelah Amerika Serikat mengirim sekitar 2.500 prajurit tambahan ke kawasan Timur Tengah. Sementara di Baghdad, muncul tuntutan agar pasukan Amerika ditarik dari Irak.

Kebijakan Trump Dinilai Justru Merugikan Amerika

Salim Said menilai kebijakan militer Trump justru memberi dampak yang tidak menguntungkan bagi posisi Amerika Serikat di kawasan.

Sebelum pembunuhan Soleimani, demonstrasi besar sempat terjadi di Iran yang mengkritik pemerintah di Teheran. Namun setelah peristiwa tersebut, masyarakat Iran justru kembali bersatu menghadapi Amerika Serikat.

“Orang Iran yang tadinya demo kepada pemerintah mereka sekarang justru bergabung kembali karena menghadapi musuh bersama, yakni Amerika Serikat,” kata Salim.

Ia juga menyoroti pernyataan pemerintah Amerika yang mengklaim dunia menjadi lebih aman setelah Soleimani tewas. Menurutnya, klaim tersebut justru diperdebatkan di dalam negeri Amerika sendiri.

“Menteri Luar Negeri Amerika mengatakan sekarang dunia lebih aman. Tetapi sebagian orang Amerika justru mengatakan Amerika makin tidak aman,” ujarnya.

Salim menilai jika Iran melakukan serangan balasan, target yang paling mungkin adalah pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah, bukan wilayah daratan Amerika Serikat.

Amerika diketahui memiliki sejumlah pangkalan militer di kawasan, termasuk di Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain.

“Iran tidak bodoh. Lebih gampang bagi mereka menyerang instalasi atau pangkalan Amerika di Timur Tengah,” kata Salim.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatDonald TrumpiranSalim SaidTimur Tengah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Gaza Diminta Melindungi Dirinya Sendiri dari Badai Pasir
Tulisan selanjutnya Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?