Hidayatullah.com– Angkatan Udara Korea Selatan mengeluarkan permohonan maaf atas peristiwa singgungan di udara tahun 2021 yang melibatkan dua jet tempurnya, sehari setelah pihak auditor mengatakan para pilot sedang mengambil foto selfie dan merekam penerbangan mereka ketika insiden terjadi dan mereka sepenuhnya bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“Kami memohon maaf yang sebesarnya kepada masyarakat atas kekhawatiran yang disebabkan kecelakaan yang terjadi pada tahun 2012,” kata juru bicara AU Korsel dalam keterangan pers seperti dilansir Reuters Kamis (23/4/2026).
Juru bicara itu mengatakan satu dari pilot-pilot yang terlibat sudah dibebaskan dari tugas penerbangan, dijatuhi hukuman disiplin berat dan sejak itu keluar dari militer.
Permintaan maaf disampaikan menyusul laporan Badan Audit dan Inspeksi negara hari Rabu, yang menemukan bahwa manuver-manuver tidak terencana demi kepentingan pengambilan gambar pribadi menyebabkan singgungan antara dua jet tempur F-15K saat penerbangan formasi dekat kota Daegu bulan Desember 2021.
Pihak auditor mengatakan seorang wingman pilot berusaha merekam gambar sebagai kenang-kenangan penerbangan pamungkasnya bersama unit itu, memaksa pesawat terbang menanjak dan berbelok tajam tanpa izin untuk memperbagus sudut bidikan kameranya, sementara pilot lain merekam video dari jet utama. Ketika pesawat bergerak mendekat, para kru berusaha mengambil tindakan menghindar, tetapi nahas ekor pesawat wingman menyinggung sayap jet utama, sehingga menyebabkan kerusakan bernilai sekitar 880 juta won atau sekitar 10.275.548.800 rupiah. Beruntung tidak ada korban jiwa atau terluka dalam insiden itu. (Lihat video di bawah)
Badan audit itu menyatakan wingman pilot sebagai pihak yang paling bersalah, tetapi juga mengkritik korps AU karena kurang dalam pengawasan sehingga insiden itu terjadi. Auditor juga memerintahkan pilot tersebut untuk membayar sekitar sepersepuluh dari biaya perbaikan pesawat.
AU Korsel mengatakan menyusul kejadian itu pihaknya mengambil langkah-langkah untuk memperketat aturan keselamatan penerbangan dan mencegah insiden itu terulang kembali.
Laporan KBS News menyebutkan satu pesawat F-15K itu berharga 100 miliar won.*




