Hidayatullah.com– Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte hari Rabu (22/4/2026) mengatakan bahwa aliansi pertahanan itu akan melakukan “apa yang perlu dilakukan untuk membela” anggota-anggotanya termasuk Turki, setelah sistem pertahanan blok itu mencegat empat misil Iran yang masuk ke wilayah udara Turki.
Turki, anggota NATO yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Iran, tergolong tidak banyak dikirimi rudal balasan dari Iran dibandingkan sekutu-sekutu Amerika Serikat lain di Timur Tengah sebelum ada gencatan senjata.
Sejauh ini NATO sudah merontokkan rudal balistik yang ditembakkan dari Iran sebanyak empat kali, sehingga mendorong aliansi itu untuk mengerahkan satu perangkat baru rudal Patriot di pangkalan udara Incirlik di bagian selatan Turki.
“Iran menebar teror dan kekacauan, dan Anda sangat merasakannya di Turki ini,” kata Rutte kepada awak media dalam kunjungannya ke perusahaan elektronik pertahanan terbesar Turki Aselsan.
“Beberapa pekan terakhir, NATO berhasil mencegat rudal-rudal balistik yang menuju Turki dari Iran di empat kesempatan berbeda,” kata mantan perdana menteri Belanda itu.
“NATO siap untuk menghadapi ancaman semacam itu dan akan selalu melakukan apa yang diperlukan untuk membela Turki dan semua lainnya. Dan kami tidak dapat melakukannya sendirian,” imbuhnya, seperti dilansir AFP Rabu (22/4/2026).
Kunjungan Rutte itu dilakukan menjelang pertemuan tingkat tinggi NATO bulan Juli yang akan diselenggarakan di Ankara.Memujui kemajuan Turki di bidang pertahanan, Rutte berkata, “Kita bisa belajar banyak dari apa yang dilakukan Turki di sini.”
“Ini diperlukan karena kita hidup di dunia yang lebih berbahaya… dan itu artinya kita memerlukan pertahanan yang kuat guna melindungi keamanan kita.”
Lebih lanjut Rutte berkata, “Turki sudah melalui revolusi industri. Sungguh saya bisa katakan beberapa tahun terakhir ini merupakan revolusi.”
Selama di Turki bos NATO itu juga berkesempatan bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.*




