Hidayatullah.com– Di tengah kegembiraan berbagi cerita tentang perjalanan haji di Tanah Suci, jamaah negeri jiran Malaysia diimbau untuk fokus beribadah dan mengurangi penggunaan media sosial.
Shahrin Awaluddin, direktur operasional bimbingan haji Lembaga Tabung Haji (TH), mengatakan fenomena berbagi cerita di media sosial marak terutama di kalangan jamaah berusia muda.
“Ketika kita berada di Tanah Suci, apakah itu Makkah atau Madinah, kita hendaknya mencurahkan perhatian untuk menjalani seluruh ritual haji dengan sungguh-sungguh, bukan setengah hati,” ujarnya seperti dilansir Bernama hari Selasa (28/4/2026).
“Haji bukan sekedar perjalanan, melainkan kegiatan ibadah yang membutuhkan konsentrasi penuh dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata Shahrin kepada awak media di Makkah.
Dia mengatakan penggunaan media sosial tidak dilarang, tetapi penggunaannya yang berlebihan bisa mengakibatkan jamaah kehilangan momen-momen penting dalam ibadah seperti tawaf, sa’i dab terutama wukuf di Arafah.
Malaysia mulai menyelenggarakan pada operasi haji 1447H/2026M secara resmi pada 18 April. Sebanyak 31.600 jamaah Malaysia diberangkatkan secara bertahap ke Madinah dan Makkah dengan menggunakan pesawat charter yang dioperasikan oleh AMAL bekerja sama dengan Malaysia Airlines dan Saudia Airlines.
Shahrin memastikan bahwa Tabung Haji secara terus-menerus memantau keadaan jamaah Malaysia selama masa tinggal mereka di Tanah Suci.
Dia memaparkan beragam fasilitas yang disediakan oleh Tabung Haji seperti akomodasi, transportasi, layanan kesehatan, bimbingan dalam menjalani ritual haji, guna memastikan para jamaah melaksanakan kewajiban ibadah mereka dengan baik.
“Apabila jamaah haji jatuh sakit atau mengalami kesulitan, personel kami akan membantu untuk memastikan ibadah haji mereka tetap dapat dilaksanakan,” katanya, seraya menambahkan bahwa keluarga jamaah di rumah tidak perlu khawatir, sebab para petugas terus memantau pelaksanaannya supaya berjalan dengan baik.*




