Hidayatullah.com – Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) memandang perang terhadap Iran sebagai sebuah “kesalahan”, menurut survei terbaru ABC News dan Ipsos.
Survei tersebut menemukan bahwa 61% responden mengatakan penggunaan kekuatan militer terhadap Iran adalah salah. Ini mengungkapkan skeptisisme publik yang luas terhadap perang tersebut.
Survei juga mengungkapkan bahwa perang Presiden Donald Trump terhadap Iran mencatat tingkat ketidakpopuleran yang serupa dengan perang-perang besar AS, termasuk perang di Irak pada puncaknya di tahun 2006 dan Perang Vietnam di awal tahun 1970-an.
Saat itu penentangan terhadap perang di Irak mencapai 59% pada pertengahan tahun 2006, tetapi butuh bertahun-tahun bagi sentimen publik untuk mencapai tingkat tersebut. Sebaliknya, penentangan terhadap perang Iran telah mencapai tingkat yang serupa hanya dalam waktu dua bulan.
Dampak terhadap Ekonomi AS
Sedikitnya dukungan publik terhadap perang AS-Israel terhadap Iran menyebabkan semakin meningkatnya kekhawatiran atas konsekuensi ekonominya. Banyak warga Amerika dilaporkan khawatir perang tersebut dapat berkontribusi pada potensi resesi, yang menambah tekanan pada ekonomi AS.
Perang Vietnam juga mengalami tingkat penolakan yang sebanding selama awal tahun 1970-an, berdasarkan data jajak pendapat Gallup.
Jajak pendapat tersebut mengungkapkan perpecahan politik yang mendalam tentang bagaimana pendekatan Amerika Serikat terhadap Iran.*




