Hidayatullah.com– Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari tiba-tiba melancarkan serangan atas Iran yang kemudian berkembang menjadi perang Timur Tengah. Dampaknya tidak hanya pada pasokan minyak dan gas global, tetapi juga kemasan camilan di Jepang yang terpaksa menggunakan warna hitam dan putih.
Perusahaan makanan ringan terbesar Jepang Calbee, yang keripik kentangnya dikenal dengan desain kemasan berwarna cerah, mengatakan bahwa 14 produknya akan menggunakan warna monokrom hitam putih pada akhir Mei, lansir The Guardian Selasa (12/5/2026).
Langkah hitam putih itu terpaksa diambil Calbee karena terjadi kelangkaan pasokan nafta, bahan baku pewarna yang merupakan produk turunan dari minyak.
Tinta cetak memerlukan nafta, yang diimpor Jepang dari Timur Tengah sekitar 40% dari total kebutuhannya.
Kabar tentang keputusan Calbee itu menjadi kepala berita media seantero Jepang, yang sebelumnya dibuat heboh karena produk keripik kentang merk lain berhenti berproduksi disebabkan minyak berat yang diperlukan pabrik sulit untuk didapat.
Ditanya tentang keputusan Calbee, seorang juru bicara pemerintah mengatakan penyulingan nafta masih berlanjut dengan menggunakan minyak mentah cadangan, sementara impor dari luar Timur Tengah sudah berlipat tiga pada bulan Mei dibandingkan level sebelum pecah perang Iran.
Kei Sato, seorang jubir senior pemerintah, berusaha meyakinkan publik bahwa kelangkaan nafta tidak akan menimbulkan gangguan meluas.
“Pasokan bahan baku tinta nafta dalam jumlah yang cukup sudah diamankan untuk kebutuhan penting di Jepang. Kami bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar guna memastikan nafta diimpor dengan melewati rute selain Selat Hormuz,” kata Sato dalam pernyataan yang disiapkan sebagai kabar darurat oleh sejumlah kanal televisi Jepang.
Dia menegaskan bahwa sejauh ini belum menerima laporan tentang gangguan pasokan tinta cetak atau nafta di Jepang.
Calbee didirikan di Hiroshima pada 1949 di saat kota itu mulai bangkit dari kehancuran akibat bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat. Perusahaan itu menguasai perusahaan Inggris Seabrook Crisps pada 2018. Pada tahun 2025 Calbee membukukan penjualan 322,5 miliar yen (2,04 miliar dolar).
Menyusul kabar hitam putih tersebut, harga saham Calbee turun lebih dari 1%, sementara Nikkei 225 Index naik secara keseluruhan.*




