Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Para Pemimpin Libanon, Prancis dan Yordania akan Bahas Masalah Militer Libanon di Paris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 September 2026 14:15 2:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 September 2026 14:15
Bagikan
Tentara Libanon.
Bagikan

Hidayatullah.com— Para pemimpin Libanon, Prancis dan Yordania dijadwalkan bertemu di Paris hari Kamis (17/9/2026) guna membahas pemberian dukungan terhadap angkatan bersenjata Libanon yang sedang menghadapi banyak masalah.

Sebuah konferensi donatur bagi militer Libanon yang sedang kesulitan keuangan awalnya direncanakan digelar pada bulan Februari, dipimpin oleh Prancis, Arab Saudi dan Amerika Serikat. Namun, pertemuan itu ditunda menyusul pecah perang Iran yang dipicu oleh serangan mendadak oleh Zionis Israel dan Amerika Serikat.

Militer Libanon sekarang terjebak di antara konflik bersenjata Israel versus milisi Hizbullah, yang menolak seruan perlucutan senjata, di bagian selatan wilayahnya.

Pada bulan Juni, pemerintah Libanon dan Israel mengumumkan kesepakatan yang menyebutkan bahwa Israel akan menarik pasukannya secara bertahap dan selatan Libanon dan tentara Libanon akan bersiaga di sana sementara persenjataan Hizbullah dilucuti. Implementasi kesepakatan itu tidak terlaksana.

Pertemuan hari Kamis di Paris akan membahas tentang konferensi para donatur bagi militer Libanon, situasi di bagian selatan Libanon, serta rencana mendatangkan pasukan internasional setelah mandat pasukan perdamaian UNIFIL habis pada akhir tahun ini. Demikian menurut sebuah pernyataan dari kantor Presiden Libanon Joseph Aoun seperti dilansir Associated Press.

Baca Juga

Maroko dan Zionis ‘Israel’ Sepakat untuk Buka Kedubes di Masing-Masing Negara
LPPOM dan Balai POM DKI Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal
‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri

Libanon khawatir terjadi bentrokan antara tentara pemerintah dan Hizbullah, takut hal itu akan berubah menjadi perang sipil. Pemerintah Libanon juga menegaskan perlunya kehadiran tentara dalam jumlah yang lebih besar beserta persenjataan yang lengkap di bagian selatan wilayahnya, dan perlunya menarik simpati para pendukung Hizbullah yang mempertanyakan kemampuan tentara pemerintah untuk melindungi mereka.

Negara kecil di Mediterania itu sejak lama militernya kekurangan dan dan persenjataan, bahkan dikabarkan jauh tertinggal dari persenjataan yang dimiliki Hizbullah. Sejak bertahun-tahun silam militer Libanon sangat bergantung pada bantuan internasional terutama dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Italia.

Pada tahun 2013, Arab Saudi pernah berjanji akan menyediakan $3 miliar untuk memasok militer Libanon dengan persenjataan buatan Prancis. Namun, ada tahun 2016 Riyadh memutuskan untuk menghentikan bantuan itu seiring dengan menguatnya pengaruh Hizbullah dalam politik di Libanon dan hubungan pemerintah Beirut dengan Inggris memburuk.

Ketika terjadi krisis finansial akhir 2019, banyak personel militer Libanon keluar dari kedinasan atau melakukan pekerjaan sambilan, karena negara kesulitan membayar gaji mereka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Maroko dan Zionis ‘Israel’ Sepakat untuk Buka Kedubes di Masing-Masing Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam

Berita
14 September 2026 21:09
Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis
Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
MUI Sebut Danantara Syariah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Riil Umat

Terbaru

  • Para Pemimpin Libanon, Prancis dan Yordania akan Bahas Masalah Militer Libanon di Paris
  • Maroko dan Zionis ‘Israel’ Sepakat untuk Buka Kedubes di Masing-Masing Negara
  • LPPOM dan Balai POM DKI Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal
  • ‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
  • Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
  • Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
  • Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
  • Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”
  • Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina

16 September 2026 11:28
Berita

Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”

16 September 2026 10:46
Berita

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga

15 September 2026 21:07
Berita

Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah

15 September 2026 20:34
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?