Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dapat Kartu Pink Pengungsi Myanmar Mulai Diperbolehkan Bekerja di Thailand

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Agustus 2026 20:59 8:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Agustus 2026 20:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Setelah puluhan tahun dilarang meninggalkan kamp pengungsian dan tidak diperkenankan bekerja secara legal, mulai bulan Juni pengungsi Myanmar dan anak-anak mereka mulai bisa mendapatkan kartu identitas non-warga negara Thailand dan diperbolehkan untuk bekerja mencari nafkah secara sah.

Sekitar 4.600 orang Myanmar yang tinggal di kamp-kamp pengungsian berupaya mendapatkan izin bekerja secara legal dari Oktober 2025 hingga Juli tahun ini, kata Kementerian Dalam Negeri Thailand seperti dilansir AFP Kamis (6/8/2026).

Mereka hanya sebagian kecil dari sekitar 80.000 orang yang lari menyelamatkan diri dari Myanmar dan tinggal di kamp-kamp di sekitar perbatasan Myanmar-Thailand, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Migran asal Myanmar sejak lama mencari nafkah di Thailand, tetapi perang saudara, yang dipicu kudeta militer 2021, menyebabkan semakin banyak orang berusaha menyeberang ke negara tetangga.

Pemimpin Myanmar saat ini, bekas pemimpin junta Min Aung Hlaing, tiba di Bangkok hari Kamis (6/8) dan kedua negara menandatangani kesepakatan kerja sama perburuhan.

Baca Juga

Penjara Seumur Hidup Bagi Pemuda Afghanistan yang Menabrakkan Mobil ke Kerumunan di Munich Jerman
Presiden Iran Kesulitan Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei
Hapus Bukti Genosida, 100 Truk ‘Israel’ Angkut Puing-Puing Keluar Gaza Setiap Harinya
Ajak Masyarakat Shalat Berjamaah, Pemerintah Johor Kenalkan Semarak Maghrib dan Isya’
Dituduh Plagiat Profesor Kulit Hitam Termuda Cambridge Mengundurkan Diri

Kartu pink

Di Provinsi Prachinburi, jurnalis AFP melihat 15 pengungsi Myanmar mengambil kartu identitas non-warga negara Thailand yang dikenal dengan sebutan “kartu pink”, pada bulan Juli.

“Setelah mendapatkan kartu ini, saya tidak takut lagi untuk bepergian,” kata Gay Lah, seorang pengungsi Myanmar yang lari menyelamatkan diri ke sebuah kamp di Thailand bersama keluarganya ketika masih berusia 6 tahun. Dia sekarang bekerja sebagai tukang pasang perancah.

Wanita itu mengaku pekerjaannya melelahkan, tetapi berjalan lancar.

“Saya ingin bekerja keras, menabung, membeli tanah dan membangun rumah dan membawa keluarga saya keluar dari kamp. Itu impian saya,” katanya kepada AFP.

Di sebuah peternakan di Nakhon Sawan, pemiliknya Manas Lohsuwan mengatakan sebelumnya ia mempekerjakan migran asal Kamboja.

Namun, sejak terjadi kontak senjata di perbatasan antara aparat Thailand dan Kamboja bulan Juli tahun lalu, ratusan ribu pekerja Kamboja pulang ke negaranya, sehingga Manas kekurangan buruh tani.

Manas mengatakan orang Kamboja memiliki ketrampilan dan pengalaman lebih banyak dibandingkan dengan pengungsi Myanmar. Tetapi para pengungsi itu lebih murah upahnya dan mereka diharuskan tinggal dan bekerja tempat majikan yang sama.

“Apabila mereka tidak mau bekerja dengan kami, mereka harus kembali ke kamp dan menunggu sampai ada perekrutan lagi,” katanya.

Badan urusan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa UNHCR menyambut baik kebijakan Thailand untuk mengeluarkan kartu pink. langkah penting menuju “inklusi, perlindungan, dan kemandirian bagi salah satu populasi pengungsi terlama di dunia”.

Perbatasan Thailand yang longgar, dan reputasinya sebagai negara yang toleran terhadap agama dan budaya, menarik kedatangan orang-orang yang mencari perlindungan, tetapi Bangkok tidak secara resmi mengakui pengungsi atau menawarkan suaka.

Namun demikian, tahun lalu pemerintah mulai mengizinkan pekerjaan legal bagi pengungsi yang telah lama tinggal di kamp. Sejak Oktober 2025 terdapat lebih dari 5.500 pengungsi yang masuk angkatan kerja Thailand, kata UNHCR pada bulan Juni.

Phil Robertson, direktur Asia Human Rights and Labour Advocates yang berbasis di Bangkok, mengatakan perubahan kebijakan itu merupakan langkah maju yang besar dan sejak lama ditunggu-tunggu.

“Dengan apa yang disebut ‘kartu pink’ ini, para pengungsi dapat mengakses layanan kesehatan dan layanan-layanan lain, bekerja untuk menghidupi keluarga mereka, dan menikmati kebebasan bergerak yang lebih besar,” kata Robertson.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Iran Kesulitan Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei
Tulisan selanjutnya Penjara Seumur Hidup Bagi Pemuda Afghanistan yang Menabrakkan Mobil ke Kerumunan di Munich Jerman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Puluhan Warga Palestina Syahid dalam Dua Hari Serangan ‘Israel’, Turki: Netanyahu Sabotase Perdamaian

Berita
3 Agustus 2026 14:27
Setelah Palestina, Kini Suriah Jadi Sasaran Pencurian Tanah Pemukim Yahudi ‘Israel’
Hackney London Mulai Akhiri Hubungan Kota Kembar dengan Haifa ‘Israel’
Suhu Udara Panas Menyulut Kebakaran di Pangkalan Militer Iraq
Yogyakarta Jadi Tempat Pertemuan Alumni Jesuit Dunia

Terbaru

  • Penjara Seumur Hidup Bagi Pemuda Afghanistan yang Menabrakkan Mobil ke Kerumunan di Munich Jerman
  • Dapat Kartu Pink Pengungsi Myanmar Mulai Diperbolehkan Bekerja di Thailand
  • Presiden Iran Kesulitan Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei
  • Hapus Bukti Genosida, 100 Truk ‘Israel’ Angkut Puing-Puing Keluar Gaza Setiap Harinya
  • Ajak Masyarakat Shalat Berjamaah, Pemerintah Johor Kenalkan Semarak Maghrib dan Isya’
  • Dituduh Plagiat Profesor Kulit Hitam Termuda Cambridge Mengundurkan Diri
  • Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
  • Perbaiki Kepengasuhan Pesantren, Muhammadiyah Bekali Musyrif dengan Keterampilan Psikologi Remaja
  • Komisi Dakwah MUI: Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Harus Disampaikan dengan Hikmah dan Solusi
  • Inggris Selidiki Badan Amal yang Diduga Danai Permukiman Ilegal ‘Israel’ di Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Perbaiki Kepengasuhan Pesantren, Muhammadiyah Bekali Musyrif dengan Keterampilan Psikologi Remaja

6 Agustus 2026 16:00
Berita

Komisi Dakwah MUI: Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Harus Disampaikan dengan Hikmah dan Solusi

6 Agustus 2026 14:19
Berita

Inggris Selidiki Badan Amal yang Diduga Danai Permukiman Ilegal ‘Israel’ di Palestina

6 Agustus 2026 13:30
Berita

PBNU Pastikan Pesantren Tambakberas Siap Tampung Lebih dari 3.000 Peserta Muktamar Ke-35 NU

6 Agustus 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?