Hidayatullah.com–Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab menjadi pembicara dalam Kuliah Umum di Auditorium Fakultas Syariah Universitas al-Ahgaff, Tarim, Hadhramaut, Yaman pada Selasa (17/07/2012).
Acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI) al-Ahgaff bekerjasama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa Fakultas Syariah Universitas al-Ahgaff serta pelajar Indonesia yang belajar di Ribat Tarim dan Dar al-Mushtofa. Acara yang akan dilangsungkan dua kali tersebut, Selasa dan Kamis, mengusung tema “Studi Kritis terhadap Hermeneutika dalam Tafsir Liberal”.
Menurut Habib Rizieq, studi kritis terhadap hermeneutika harus terus diupayakan, seiring dengan maraknya upaya-upaya untuk mengaplikasikan hermeneutika sebagai metode baru dalam kajian al-Qur’an menggantikan metode yang telah dirumuskan oleh para ulama.
Apalagi, akhir-akhir ini, serangan arus pemikiran liberal, baik yang dilakukan oleh orientalis maupun orang-orang Islam yang terpengaruh pemikiran Barat, dinilai semakin masif dalam memaksakan metode yang secara historis terlahir dari problem keotentikan Bible tersebut untuk dipaksakan diterapkan dalam menafsiri semua kitab suci, termasuk al-Qur’an.
Habib yang terkenal sebagai sosok yang gigih dalam amar ma’ruf dan nahi munkar ini menyibak diskursus hermeneutika dari aspek sejarah kemunculannya, dasar konsep, hingga problematika metode tersebut jika diterapkan dalam menafsirkan al-Qur’an.
Selain itu, ia juga menegaskan, bahwa upaya yang ditempuh orang-orang liberal dalam menyebarkan pahamnya tersebut bukan hanya sebatas wacana yang digelindingkan dalam forum-forum diskusi, melainkan sudah diwujudkan dalam tindakan nyata seperti penerbitan buku, majalah, siaran radio, serta televisi.
Sebelum di Kota Tarim, beliau juga mengisi dua seminar di Mukalla (Ibu Kota Propinsi Hadhramaut) yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang belajar di Universitas al-Ahgaff.
Rombongan Habib Rizieq tiba di Yaman pada Jumat (13/07/2012) dalam rangka silaturahim kepada para ulama dan habaib di Hadhramaut. Setelah dari Yaman, rombongan tersebut berencana langsung bertolak ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah umroh.*/MR. Anwari, Hadramaut