Hidayatullah.com–Guru merupakan faktor yang sangat dominan dan penting dalam pendidikan formal pada umumnya karena bagi anak didik guru sering dijadikan tokoh teladan. Oleh karena itu, guru seyogyanya memiliki perilaku yang kompetensi yang memadai untuk mengembangkan anak didik secara utuh.
Untuk melaksanakan tugasnya secara baik sesuai dengan profesi yang dimilikinya, guru perlu menguasai berbagai hal terutama kompetensi kepribadian, sosial, professional dan pedagogik. Itulah empat hal yang harus dimiliki guru.
Pesan ini disampaikan Drs. Hardi Selamat Hood, M.Pd di depan mahasiswa dan para guru dalam acara “Kuliah Umum Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hidayatullah Batam” bertema “Mencetak Guru Kader” di Aula Sekolah Integral HIdayatullah Batam belum lama ini.
Hardi S Hood, sapaan akrabnya merupkan Ketua Komite III DPD RI yang membidangi pendidikan; agama; kebudayaan; kesehatan; pariwisata; pemuda dan olahraga; kesejahteraan sosial; pemberdayaan perempuan dan ketenagakerjaan.
Dalam hal kompetensi kepribadian yang berkaitan dengan perilaku pribadi guru itu sendiri yang kelak harus memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpancar dalam perilaku sehari-hari, sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut “digugu” dan “ditiru”.
Sedangkan kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan anak didik, sesama guru, orangtua atau wali murid, dan masyarakat sekitar”.
Kompetensi profesional yang berhubungan dengan bahwa guru harus mampu menguasai materi pelajaran yang luas dan mendalam yang akan di transfer kepada anak didik.
Saat ini pemerintah terus memperhatikan guru dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru dan profesionalisme guru dengan cara sertifikasi guru. Sementara untuk mendapatkan sertifikasi, maka guru harus mengikuti ujian sertifikasi sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang Sisdiknas.
“Guru yang telah bersertifikasi akan mendapat gaji tambahan yang nilainya dua kali dengan gaji pokok.” ungkapnya.
Untuk kompetensi pedagogik, ini merupakan kompetensi khas, yang akan membedakan guru dengan profesi lainnya dan akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran anak didiknya. Bahwa setiap siswa memiliki sifat dan karakter yang berbeda sehingga guru harus mampu memahami karakteristik setiap siswa dari aspek moral, emosional dan intelektual.
Beliau juga berpesan bahwa menjadi guru memiliki tanggung jawab yang sangat berat, tidak hanya memberikan nilai saja tetapi tanggung jawab dunia akherat. Bila salah dalam mendidik maka generasi kedepan akan hancur masa depannya.
Acara kuliah umum merupakan rangkaian kegiatan yang telah diagendakan oleh STKIP, selam sepekan mengikuti Masa Ta’aruf Mahasiswa. Masa Ta’aruf telah dibuka oleh Ketua Dewan Syuro, Hidayatullah Pusat Bapak Ust. Drs. Hamim Thohari, M.Si, yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Hidayatullah Batam.
Pemateri selama masa ta’aruf mahasiswa diisi oleh Ust Drs Hamim Thohari, M.Si, Ust Drs M. Tasmin Latif, M.Pd.I, Ust H Jamaluddin nur, Ust Khoirul Amri, SE, Ust. Ahmad Hanfi Taher, MA, Ust. Farhan Siswanto. Untuk outbound dipandu oleh Mushida/Annisa’ Batam bagi Mahasiswi, sedang untuk mahasiswa di pandu oleh SAR Hidayatullah Pusat.*/kiriman MUHID, Batam