Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Webinar BMOIWI: Cermati dan Waspadai RUU HIP yang Kini Jadi RUU PIP

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Agustus 2020 07:03 7:03 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Agustus 2020 07:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) menggelar diskusi publik secara virtual dengan tema “Apa Urgensi Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP)” yang diikuti oleh 34 pimpinan-pimpinan ormas, Sabtu (08/08/2020).

Pengamat politik dan dosen senior Fakultas Ilmu Politik UI Chusnul Mariah yang menjadi salah satu narasumber menegaskan bahwa RUU HIP mesti ditolak.

Chusnul menengarai ada hidden agenda yang pada intinya, kata dia, mendistorsi peran penting umat Islam dalam kontribusinya terhadap bangsa dan negara.

“Umat mencermati dan mewaspadai RUU HIP yang sekarang jadi RUU PIP (Pembinaan Ideologi Pancasila). Walaupun RUU PIP hanya membahas tugas dan fungsi tapi jangan sampai mengutak-atik Pancasila sebagai bagian utuh,” kata-katanya.

Pancasila tak bisa dipisahkan dari Islam. Karena itu, menurut tesis Chusnul, jika seseorang mengamalkan Pancasila maka secara tidak langsung juga menjalankan ajaran Islam.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Mari bersama mengawal dengan berbagai elemen bangsa baik tingkat pusat sampai wilayah menjadi garda perjuangan guna menjadikan gerak umat bersatu dan berperan penting dalam pembangunan berbangsa dan bernegara,” imbuhnya.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Anggota Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong mengatakan sangat tepat tema diskusi tersebut dihadirkan menjadi topik pembahasan. Karena, ia mengaku terlibat langsung dalam proses pembuatan RUU HIP ini lalu dibahas tergesa-gesa lalu diusulkan menjadi RUU PIP.

“RUU ini diproses dengan sangat tergesa-gesa. Di tengah pandemi Covid yang dialami bangsa justru RUU ini dikebut. Ini mengundang pertanyaan besar,” kata Ali.

Ali mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh organisasi BMOIWI yang menurutnya sangat strategis ini dan terus mendorong agar bersama DPR dalam mencermati proses pembahasan RUU.

“HIP tidak lagi menjadi UU Prioritas di tahun 2020 namun harus terus dikawal jangan sampai RUU PIP mengutak atik Pancasila yang sudah final,” tukasnya.

Ali juga mengajak BMOIWI tidak saja mencermati RUU HIP yang sudah dirubah menjadi RUU PIP. Namun juga terus mengawal Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), dari mana asal dan akan ke mana arah RUU tersebut dan berbagai produk perundangan lainnya.

Ketua Presidium BMOIWI Periode 2020-2021 Dr Sabriati Aziz dalam sambutannya membuka acara mengungkapkan, BMOIWI sangat konsen dengan garis perjuangan umat termasuk pada salah satu hal meresahkan hingga saat ini tentang UU HIP.

“Sebagai bagian umat yang mayoritas serta sebagai lembaga federasi berkumpulnya ormas Muslimah tingkat pusat terus peduli dan selalu terdepan menyuarakan dan berperan serta mengawal nilai-nilai dasar Pancasila sebagai pedoman dalam berbangsa dan negara,” pungkas Sabriati.

Sementara Presidium BMOIWI 2018-2019 Euis F Fatayati sebagai koordinator yang membidani langsung politik, mengemukakan urgensi kegiatan webinar karena menjadi medium pembelajaran politik yang utuh bagi kita semua.

Moderator yang juga Sekjen BMOIWI Dr Padlia Parakasi menutup acara dengan mengungkapkan komitmen BMOIWI dengan 34 ormas yang bernaung dan memiliki jaringan luas di seluruh Wilayah Indonesia untuk terus berkontribusi nyata dalam bentuk gerakan untuk penguatan bagi umat, mengawal dan mengkritisi berbagai payung hukum yang sangat vital terhadap keumatan dan kebangsaan.

“Yang terpenting lagi mempersiapkan kader pemimpin masa depan bangsa yang nantinya ikut menentukan landasan arah kebijakan pembangunan bangsa,” kata Padlia.

Menurut Padlia, pemimpin bangsa masa depan harus dipersiapkan sejak dini. Mereka kelak akan menjadi pemimpin bangsa yang berdaulat dan memiliki ideologi kuat bersama umat bagaimana harapan dan cita-cita para pendiri bangsa.

Webinar berlangsung kurang lebih 3 jam yang dihadiri 34 pimpinan-pimpinan ormas dan peserta mewakili menjadi anggota BMOIWI. Bahkan hadir pula peserta berpartisipasi dari dari wilayah Aceh, Sumatera Utara, hingga Papua Barat.* Ainuddin

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ali Taher ParasongBMOIWIChusnul MariahpancasilaRUU HIPRUU PIPSabriati Aziz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hablun Minallah dan Hablun Minannas
Tulisan selanjutnya DPRK Aceh Besar Prioritaskan Rancangan Qanun Pasar Rakyat-Waralaba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?