Hidayatullah.com— Pondok pesantren turut andil dalam mencerdaskan bangsa terutama, lewat pendidikan Islam. Karena itu tidak sepatutnya keliru memahami seolah-olah pesantren mengajarkan radikalisme.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua MUI Provinsi dan Ketua MUI Kab. Klungkung, Ustadz Mustafid Amna LC, MA.
“Pesantren turut andil dalam mencerdaskan bangsa terutama lewat pendidikan Islam sehingga jangan salah tafsir bahwa pesantren mengajarkan radikalisme,” demikian disampaikan Mustafid Amna Ahad (28/02/2016) dalam acara bertajuk Santri Cinta Indonesia di Pesantren Diponegoro Klungkung Bali.
Menurut Mustafid Amna, pondok pesantren justru menjadi tempat dan solusi pendidikan saat ini.
“Justru pesantren adalah solusi problem pendidikan hari ini, ketika pendidikan konvensional sangat terbatas dalam pengajaran bidang keagamaan,” lanjutnya.
Ia juga menambahkan bahwa pesantren memiliki andil yang besar dalam menangkal isu radikalisme.
Selain menghadirkan Ketua MUI Mustafid Amna, dalam acara ini juga ada agenda lomba tahfidz al-Quran, lomba pidato berbahasa Indonesia, lomba drama bahasa Inggris, lomba majalah dinding (madding) dan lomba kuliner yang diselenggarakan para santri dan santriwati di pesantren tersebut.
Acara tersebut juga dihadiri Kapolres Klungkung bersama jajaranya. Kapolres juga mengharapkan acara tersebut sebagai bentuk anti radikalisme dan mengahindari ajaran-ajaran perusakan moral khususnya di Bali.*/kiriman Dian Rizki (Bali)