Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Pesantren adalah Basis Keilmuan dan Pertahanan Umat Islam di Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Maret 2016 16:26 4:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Maret 2016 16:26
Bagikan
Dr Hamid Fahmy Zarkasy, Direktur Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo saat mengisi seminar yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Ta`mirul Islam Surakarta
Bagikan

Hidayatullah.com– Fakta menunjukkan, pondok pesantren adalah satu-satunya lembaga pendidikan Islam yang bertahan melawan penjajahan dan menjadi basis perlawanan. Pesantren tidak hanya memperkaya pengetahuan, tapi juga mendidik karakter santri, sehingga ilmu tersebut menyatu pada dirinya.

“Mereka mendidik dengan keikhlasan, dan santrinya juga menerimanya dengan keikhlasan, sehingga mendapat keberkahan. Orang yang keluar dari pesantren seharusnya dipastikan akan menjadi orang baik, ” demikian ungkap Dr Hamid Fahmy Zarkasy, Direktur Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo dalam Seminar Nasional bertena “Peran Pesantren dalam Menghadapi Keberagaman Pemikiran Islam Kontemporer” hari Ahad (20/03/2016 di Hotel Pose In, Surakarta, Jawa Tengah.

Dalam acara  yang diselenggarakan dalam rangka Milad Ma`had `Aly dan Semarak 30th Pondok Pesantren Ta`mirul Islam Surakarta ini,  Hamid juga mengatakan, pesantren sejak dahulu telah menjadi benteng umat Islam dalam melawan penjajahan oleh kolonial, baik secara materiil maupun intelektual.

Ada para santri yang memang mondok dan tinggal di pesantren, menjalani pembinaan keilmuan dan keterampilan, adapula masyarakat yang datang untuk ngaji dan meminta pendapat dari Kiai. Sehingga dari interaksi ini, terjadi pengembangan individu yang bersinergi dengan pengembangan masyarakat di lingkungan pesantren.

Hamid Fahmy menjelaskan bahwa pesantren memiliki peran yang sangat besar bagi kemajuan keilmuan dan kehidupan di Indonesia. Pesantren yang dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam, telah mewariskan tradisi intelektual Islam dan membentuk manusia-manusia yang berkepribadian dan berkarakter baik. Banyak kyai-kyai yang menghasilkan karya-karya ilmiah, dan santri-santrinya menjadi tokoh-tokoh nasional di Indonesia.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Para Kai melahirkan karya-karya ilmiah yang sampai saat ini masih bisa dinikmati, dan tokoh-tokoh Nasional Indonesia pun banyak yang merupakan alumni pesantren. Maka pesantren memiliki peran yang besar dalam memberikan pengaruh keilmuan, politik dan sosial dalam masyarakat di Indonesia” jelas Hamid di hadapan sekitar 100 undangan dan peserta, yang terdiri dari tokoh perwakilan lembaga pendidikan dan ormas Islam, serta akademisi di Surakarta.

Ditengah gelombang arus pemikiran Barat yang mulai menyusup dalam lembaga pendidikan umat Islam,  maka pesantren harus meningkatkan diri dengan mendirikan Ma`had aly (pesantren setingkat perguruan tinggi), yang lebih strategis untuk menyiapkan kader yang mampu menjawab tantangan pemikiran yang mempengaruhi sikap hidup umat Islam, selain juga karena diketahui perguruan tinggi Islam saat ini banyak yang kurang steril dari pemikiran sekuler-liberal.

“Pesantren perlu untuk mendirikan ma`had aly atau perguruan tinggi, untuk membantu para santri. Melalui pendidikan Islam tingkat tinggi yang memberikan pendidikan yang lebih kompleks dan keilmuan yang lebih tinggi, akan sangat strategis untuk menyiapkan kader yang mampu menjawab tantangan pemikiran. Bagaimana mensistematiskan kitab-kitab tersebut di perguruan tinggi , dan bagaimana pula menghadapi keragaman pemikiran-pemikiran, yang jawabannya ada di dalam kitab-kitab yang dikaji di pesantren tersebut,” tutur Hamid, yang juga merupakan Direktur INSISTS Jakarta.

Hamid juga menambahkan, ketika ingin menjawab tantangan dan melakukan kritik terhadap Barat, maka kita juga harus tahu tentang mereka. Maka selain belajar Islam, kita juga harus belajar mengenai Barat.

“Orientalis saat ini tidak hanya hidup di Barat, tapi sudah hidup di pikiran-pikiran dosen-dosen Perguruan Tinggi. Kita harus tahu Islam dan tahu Barat,” tambahnya.

Sementara itu, pembicara lain, KH. Dian Nafi` juga mengingatkan  untuk memantau para alumni-alumni dari universitas, baik di dalam dan luar negeri yang akan mengajar di pondok pesantren atau lembaga pendidikan Islam. Termasuk buku-buku atau bahan ajar yang masuk ke lembaga pendidikan Islam pun perlu untuk diteliti oleh para Kiai sehingga lembaga Islam tidak “kecolongan” memberikan materi yang memuat hal-hal yang salah dan negatif.

“Orang-orang alumni universitas dalam ataupun luar negeri, ketika pulang harus menghadap dan mengendapkan pemikirannya kepada kiai-kiai senior, sebelum ia mengajar. Ada juga kiai-kiai yang secara khusus perlu untuk meneliti tentang buku-buku ajar yang akan digunakan,” pungkas Dian Nafi`.*/kiriman Galih

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratHamid Fahmy ZarkasyINSISTSorientalispemikiranPondok Pesantren
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mayat Korban Serangan ISIS di Istanbul Dipulangkan, Turki Ucapkan Belasungkawa Kepada Israel dan Iran
Tulisan selanjutnya Mustofa B. Nahrawardaya: Program Deradikalisasi Cenderung jadi Proyek

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?