Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Liberalisasi Pemikiran Jenis ‘Pembunuhan Akidah, Lebih Kejam dari Membunuh Manusia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Desember 2017 15:30 3:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Desember 2017 09:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tantangan bagi umat Islam dalam bernegara adalah apabila mereka memegang komitmen kepada agamanya, maka mereka akan mendapatkan predikat sebagai fundamentalis, meskipun istilah fundamentalis sendiri tidak ada di dalam Islam.

“Orang yang mempunyai komitmen terhadap Islam, katakanlah orang-orang yang shaleh, yang memperjuangkan Islam, yang menegakkan kebenaran, yang melakukan amar makruf nahi mungkar tiba-tiba disebut dengan fundamentalis. Nah ini, kata fundamentalis saja di dalam Islam tidak ada. Ini salah satu tantangan kita bernegara seperti itu,” ujar Direktur  Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. Ed, M. Phil., dalam acara dialog interaktif bertema “Islam Dalam Ranah Kebangsaan” yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Pakistan.

Baca: Gus Hamid: Pancasila Banyak Dibajak untuk Kepentingan Politik

Dialog yang dihadiri puluhan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di International Islamic University Islamabad (IIUI) ini digelar di kawasan I10 sector Islamabad, Jumat malam, (15/12/2017).

Pimred Majalah ISLAMIA yang kerap disapa Gus Hamid ini sempat menyinggung Istilah “Islam radikal”  yang sering dikutip kelompok yang terentu, di mana istilah itu tidak dikenal dalam terminologi Islam.

Menurutnya, pengistilahan tersebut adalah bagian dari ghazwul fikri (perang pemikiran) antara Islam dan ideologi-ideologi besar di dunia. Itulah yang membuatnya gigih untuk melakukan deliberalisasi.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Islam radikal itu tidak ada terminologinya di dalam Islam. Orang yang menjalankan Islam dengan baik dan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar sekarang disebut radikal. Padahal di dalam Islam itu adalah orang yang shaleh. Ini termasuk pembagian dari ghazwul fikri, perang pemikiran antara ideologi-ideologi besar di dunia di mana Islam ini sekarang menjadi bulan-bulanan ideologi kontemporer. Itu yang selama ini saya lakukan dengan deliberalisasi atau melakukan proses counter attack terhadap liberalisasi pemikiran Islam,” jelasnya.

Baca: Hasyim: Liberalisasi Pemikiran Juga Melanggar Khittah NU

Selanjutnya Wakil Rektor  Universitas Darussalam (UNIDA) ini juga menjelaskan bahwa ‘liberalisasi pemikiran Islam’ sangatlah membahayakan. Dan itu lebih bahaya daripada membunuh orang, dalam  arti spiritual.

“Dan itu (liberalisasi pemikiran Islam) sangat berbahaya. Lebih berbahaya dari ‘membunuh orang’. ‘Liberalisasi pemikiran’ adalah dekonstruksi syariah dan dekonstruksi akidah, berarti dia akan membunuh ribuan orang, membunuh dalam arti spiritual, membunuh orang yang selama ini beriman menjadi tidak beriman. Nah di sini, kalau kata-kata ini dikaitkan dengan takwil yukhrij al-hayya min al-mayyiti wa yukhrij al-mayyita min al-hayyi artinya bahwa mengafirkan orang itu sama dengan mematikan orang,” jelas pendiri Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS) tersebut.*/Fakhruddin A (Pakistan)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akidahghazwul fikriGus HamidHamid Fahmy ZarkasyiIIUIIkatan Keluarga Pondok Modern GontorIKPMINSISTSInternational Islamic University Islamabadislamkepentingan politikliberalliberalisasi pemikiranPakistanpancasilapembunuhan akidahperang pemikiran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Benarkah Ratu Elizabeth II Keturunan dari Nabi?
Tulisan selanjutnya Erdogan pembagian vaksin Erdogan: Turki akan Buka Kedutaan di Baitul Maqdis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?