Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Nativisasi Cenderung Tonjolkan Nilai Tradisi dan Kesampingkan Nilai Agama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 April 2015 19:44 7:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 April 2015 19:41
Bagikan
Tiar Anwar Bachtiar
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekolah Pemikiran Islam (SPI) #IndonesiaTanpaJIL di Bandung telah memasuki perkuliahan yang ketujuh. Pada pertemuan yang berlangsung di gedung Miraj Tours and Travel, Selasa (21/04/2015) lalu, kuliah diisi oleh Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum. yang mengupas tentang fenomena nativisasi di Indonesia.

Tiar mengungkapkan bahwa nativisasi adalah salah satu efek dari sekularisasi.

“Nativisasi cenderung mengembalikan masyarakat kepada nilai-nilai tradisi sehingga mengesampingkan nilai-nilai keagamaan yang telah dianutnya. Dalam konsep nativisme, nilai-nilai tradisi merupakan nilai asli yang hidup di masyarakat yang harus diangkat. Padahal, di sisi lain, kebudayaan bersifat dinamis sehingga nilai-nilai tradisi terus berkembang sehingga tidak ada yang murni,” ungkap Tiar.

“Lagipula, tradisi jadul belum tentu asli,” ujarnya lagi.

Menurut Tiar, nativisasi di Indonesia sudah dimulai sejak zaman kolonial dahulu. Beberapa tokoh yang berpengaruh dalam penyebaran nativisasi adalah para sejarawan asal Eropa yang menuliskan sejarah Indonesia, di antaranya adalah Thomas Stanford Raffles, gubernur jenderal di masa penjajahan Inggris yang menulis buku The History of Java  pada tahun 1817.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Dalam buku tersebut, Raffles mengembangkan teori bahwa Hindu adalah akar budaya orang-orang Indonesia, khususnya Jawa,” ungkap Tiar.

“Sekalipun Islam secara kasat mata terlihat menjadi anutan mayoritas masyarakat Indonesia saat Raffles menulis bukunya, namun ia melihat Islam hanya sebelah mata,” ujar Tiar. Karena itulah Raffles lebih merujuk budaya Hindu daripada Islam dalam tulisannya.

Selain Raffles, ada juga William Marsden, penulis buku The History of Sumatera pada tahun 1783. Dalam bukunya, William memberikan pandangan bahwa adat selalu dipertentangkan dengan agama sehingga Islam menjadi benda asing yang mempengaruhi adat di Sumatera.

“Seolah-olah, masyarakat Sumatera tidak ada kaitannya dengan Islam,” ujar Tiar.

Pemikiran Raffles, Marsden dan tokoh-tokoh nativisme lainnya di era kolonial tersebut berpengaruh dalam membentuk pemikiran masyarakat ketika bicara sejarah serta kebudayaan Indonesia.

“Ada kecenderungan mengesampingkan Islam yang mempunyai pengaruh sangat besar dalam membentuk kebudayaan Indonesia. Mereka malah merujuk budaya Hindu-Budha maupun aliran sinkretisme lainnya yang ada di Indonesia sebelum Islam datang. Padahal, budaya-budaya tersebut juga bukan budaya murni yang tanpa pengaruh dari budaya luar Indonesia.”

Menurut Tiar, Islam sendiri mempunyai pengaruh pada budaya Indonesia yang tak bisa dilepaskan begitu saja.*/Eko Apriansyah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jenderal Ex-Bos CIA Didenda $100.000 karena Bocorkan Rahasia Militer ke Wanita Selingkuhannya
Tulisan selanjutnya Tokoh NU Mengaku Cemas Perkembangan Aliran Syiah di Tasikmalaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Berita
3 September 2026 10:23
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?