Hidayatullah.com–Alumnus Islamic Call College Tripoli Libya, Ahmad Rofiqi menyampaikan bahwa umat Islam mengalami fase yang memilukan dalam perjalanan sejarah. Konspirasi dari musuh Islam menjadi penyebab perpecahan dalam umat Islam dan menimbulkan kesalahpahaman hingga kemudian peristiwa ini dikenal dengan peristiwa fitnah kubro.
Kisah tentang fitnah kubro ini disampaikan secara daring dalam materi Sekolah Pemikiran Islam Bandung pada Kamis (17/9/2020) lalu. “Ekspansi yang terjadi di masa Umar bin Khattab, belum diimbangi dengan berkembangnya pendidikan dan pemahaman agama yang baik di daerah yang berhasil ditaklukkan. Islam yang awalnya berpusat di Jazirah Arab semakin meluas daerah kekuasaannya. Batas Barat berada di Mesir dan sebelah Timur berada di Afghanistan. Saat itu akses bertemu dengan khalifah sangatlah mudah karena tidak ada protokol yang harus dilewati dan ini menjadi salah satu hal yang dimanfaatkan oleh kelompok pemberontak,” ujarnya Rofiqi.
Lebih jauh peneliti INSISTS ini menjelaskan fase fitnah kubro di awali dengan penikaman terhadap khalifah Umar bin Khattab oleh Abu Lu’luah. Tidak berhenti sampai di situ, sistem kekhalifahan Islam yang memberikan akses mudah untuk bertemu Amirul Mukminin dimanfaatkan oleh para pelaku makar kepada Utsman bin Affan.
Mereka, menurut Rofiqi, melakukan protes dengan cara yang berlebihan, namun Amirul Mukminin menyikapinya dengan sabar. Menurutnya, kelompok pemberontak ini berasal dari tiga kota yaitu Kuffah, Bashrah, dan Mesir.
Tak hanya itu, Rofiqi juga menjelaskan bahwa Abdullah bin Saba menjadi tokoh sentral yang memprovokasi kelompok pemberontak tersebut sehingga melakukan pengepungan rumah khalifah Utsman bin Affan selama berhari-hari. Para sahabat pun dihalangi untuk berkunjung masuk tak terkecuali seorang Abdullah bin Ummi Maktum yang berkunjung dengan membawa air untuk Utsman bin Affan dan keluarganya.
Para Sahabat sudah sepakat untuk menumpas kelompok yang makar tersebut tetapi ditolak oleh khalifah Utsman karena tidak mau terjadi pertumpahan darah di kota Nabi. Puncaknya Utsman bin Affan dibunuh saat sedang melaksanakan syaum dan membaca al-Qur’an pada 18 Dzulhijjah 35H.
“Bahkan ketika Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, gelombang ujian masih terus berlanjut. Dampak Fitnah Kubro di masa Ali yaitu terjadinya Perang Jamal dan Perang Shiffin. Kemudian muncul tiga kelompok yang membersamai fitnah kubro ini yaitu Khawarij, Syi’ah, dan Murji’ah,” lanjut pria yang juga pencetus Pesantren Tamaddun tersebut.
Imaduddin, salah seorang peserta SPI mengungkapkan pentingnya untuk paham sejarah bagi umat Islam. “Sejarah yang memilukan ini sangat urgen dipelajari, apalagi dengan banyaknya versi penulisan sejarah yang kurang objektif sehingga sangat berpotensi untuk menimbulkan kesalahpahaman dan mis-informasi,” ucap Imadudin salah seorang peserta SPI.*/ kiriman Japar Sidik