Hidayatullah.com– Mas Marna, asli Sumedang, Jawa Barat. Anaknya baru 1 umur 3 tahun. Lima bulan yang lalu dia ditugaskan untuk membantu merintis Pesantren Hidayatullah di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Banjir bandang yang menerjang malam itu, Sabtu (16/03/2019), juga menghancurkan bagian belakang gedung TK Yaa Bunayya, yang selama ini menjadi tempat tinggal Marna, di Kampung Toladan Ifar Gunung, Jayapura.
Alhamdulillah, keluarganya selamat, lalu mengungsi di Doyo Baru, Pesantren Hidayatullah Jayapura. Pesantren Hidayatullah Kabupaten Jayapura memang memiliki 2 kampus di kabupaten ini.
Belum sempat istirahat, banjir bandang susulan menerjang, menghempaskan semua yang ada, termasuk juga Kampung Doyo Baru, rata tertimbun batu, pasir, dan kayu.
Baca: Kisah Rina, Rela ‘Setop Bisnis’ Demi Jadi Relawan di Papua
Allah Maha Kuasa, pesantren luput dari terjangan air raksasa, menjadi tempat pengungsian warga lainnya. Dua hari pasca bencana itu mereka terisolasi, tidak tahu harus kemana, semua sudut kota porak-poranda.
Marna sempat beberapa hari itu terbaring lemas di bangsal RSUD Yowari, Jayapura. Malaria tertiana mengharuskan dai tersebut istirahat total, badannya menggigil kaku, matanya sayu.
Baca: Relawan Hidayatullah Beri Bantuan dan Trauma Healing Korban Banjir di Gereja
Alam Papua sangatlah ekstrem, panas menyengat, namun hujan dan kabut tebal bisa datang tiba-tiba.
“Doakan kami sehat, kuat dan selamat selalu. Mari Galang solidaritas untuk Mas Marna dan relawan kemanusiaan lainnya. Mari bantu Jayapura kembali bangkit seperti sediakala,” harapan warga.
“Alhamdulillah (kini) Marna sudah rawat jalan.”
Donasi bisa diberikan lewat Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan pusat informasi Posko Hidayatullah di nomor 085229076604 dan 082198137127.* Ahmad Hamim, relawan Hidayatullah Peduli Papua