Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ekonomi Syariah

Pengelolaan Keuangan; Sebelum atau Sesudah Menikah?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Mei 2016 09:53 9:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Mei 2016 09:53
Bagikan
Bagikan

Oleh: Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc

 

BANYAK para bujang gadis atau pasangan yang baru menikah menanggapi bahwa perlunya mengelola keuangan pasnya adalah setelah menikah. Lihat komentar di bawah:

Yangie dan Agung: “Ada amanah yang harus dikelola bersama, makanya penting sekali perencanaan keuangan setelah menikah.”

Siska dan Heru: “Pengeluaran lebih banyak dari pendapatan sehingga perlu perencanaan serius.”

Baca Juga

Komitmen MUI Kembangkan Ekonomi Syariah
Komitmen MUI Kembangkan Ekonomi Syariah
Baitul Wakaf Jalin Kemitraan Strategis dengan Fundex di ISEF 2023
Gara-gara Paylater, Makin Banyak Gen Z Terlilit Utang yang Membengkak
Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel
Indonesia Ajak Anggota OKI Majukan Industri Halal

Okky: “Ada penghasilan ganda jadi baru bisa ada yang dikelola.”

Sheyka: “Ada transaksi pinjam meminjam atau saling memberi antara suami dan istri jadi perlu adanya perencanaan keuangan.”

Tapi menurut Tiffany, setelah menikah dia pikir tidak perlu pengelolaan keuangan kan sudah ada suami, lain halnya ketika sebelum menikah, uang milik pribadi harus benar – benar diatur. Namun akhirnya dia akui bahwa pendekatannya kurang pas.

Ayu lain lagi, bagi dia, nikah atau ga nikah, perencanaan keuangan harus tetap dijalani kan sesuai fungsi uang yang 3S ujarnya, spending, saving, dan sharing.

Ehmmm….jadi  “baper” nih, jadi yang mana dong sebaiknya kita adopsi?

Mulailah Sejak Awal, dengan Niat Ibadah

Mengelola keuangan (istilah ini lebih tepat dari merencanakan keuangan), tentu saja tidak lepas dari niat. Sesuai dengan niat kita dalam menjalankan kehidupan adalah tentunya untuk selalu beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala (lihat QS Adz-Dzariyat (51):56), tentu termasuk juga ketika menjalankan aktifitas pengelolaan keuangan.

Sebagian anak – anak berusia tujuh tahun sudah bisa menerima latihan awal pengelolaan keuangan sehingga dia akan tumbuh lebih prihatin dalam pengelolaan keuangannya kelak. Di awal latihan, minimal anak – anak memahami makna uang yang ternyata adalah amanah Allah Allah Subhanahu Wata’ala yang harus dijaga bukan hanya dengan menyimpannya tetapi juga membelanjakannya. Hasilnya anak – anak akan lebih menghormati orangtuanya di kala senang dan susah karena menyadari bahwa uang tidak selamanya milik kita.

Untuk memastikan keuangan keluarga dapat dikelola dengan baik, anak – anak diberikan latihan bekerja dan berwirausaha ala Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam. Di situlah orangtua mempunyai kesempatan untuk mengajarkan transaksi – transaksi muamalah sesuai dengan syariah termasuk memahami zakat, infaq dan shodaqah.

Namun jangan terlalu juga membebaskan anak – anak dengan uang dan harta. Maka dari itu perlu diperhatikan dan dikawal penggunaannya (tasarruf) oleh orangtua/wali sang anak karena mereka belum sempurna akalnya atau tidak mampu mengelola uang dan hartanya (lihat QS An-Nisa’ (4): 5 dan Tafsir Ibnu Katsir).

Tentukan hak dan kewajiban

Dalam QS An-Nisa (4):34 jelas bahwa lelaki dalam rumah tangga adalah pemimpin (qawwam) keluarga sehingga dia yang wajib memberikan nafkah kepada istrinya dari sebagian hartanya.

Namun walau ada peran kepemimpinan (qawammah) laki – laki, semua mukmin baik lelaki maupun perempuan termasuk pasangan suami – istri wajib menjadi penolong (al-walayah) antara sesamanya (QS At-Taubah (9):71) dalam hal mengerjakan yang makruf, mencegah yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Pada akhirnya akan turun rahmat dari Allah Allah Subhanahu Wata’ala untuk mereka.

Dari makna qawwamah, maka kewajiban seorang anak laki – laki dewasa(baligh/mumayyiz)adalah mengatur keuangan untuk nafkah dirinya dan juga siapapun yang menjadi tanggung jawabnya, misalnya orangtua atau adik – adik yang belum bisa mandiri. Begitu juga kewajiban suami adalah memberi nafkah kepada istrinya dari sebagian hartanya.

Namun, untuk keadaan tertentu dimana anak perempuan atau istri yang harus memberi nafkah, maka hal tersebut masuk dalam kategori menolong (al-walayah), dengan syarat qawwamah suami tetap terjaga.

Tentunya penentuan hak dan kewajiban ini harus dikomunikasikan dan dimusyawarahkan dengan baik sehingga tidak menimbulkan rasa sombong, tidak ikhlas dan tidak amanah.

Jangan kaku, adaptasi dengan perubahan

Hal lain yang menjadi faktor naik turunnya semangat ketika menjalankan perencanaan keuangan adalah dalam menghadapi perubahan. Misalnya, perubahan dalam menjalankan kehidupan yang tadinya di Indonesia, kemudian harus tinggal sementara di Inggris karena tugas belajar. Perubahan yang tadinya mempunyai penghasilan yang lebih dari mencukupi kehidupan sehari – hari namun saat ini sedang menanggung hutang.

Tidak ada sebuah model pengelolaan keuangan keluarga yang standar yang dapat diterapkan oleh setiap keluarga. Dengan kata lain, selalu adaptasi dengan perubahan misalnya gaya hidup, cara baru pengaturan dan pemisahan tanggung jawab keuangan di rumah, pembuatan catatan pemasukan dan pengeluaran dan lain sebagainya. Apapun perubahan itu, selalu tekuni cara yang dianggap terbaik.

Pastikan konsisten

Konsistensi adalah salah faktor terberat dalam hal pengelolaan keuangan keluarga. Mengapa? Godaannya luar biasa yang lalu lalang dalam telinga kita, misalnya untuk apa mengelola yang sedikit ini, tambah pusing aja! Mengapa serius sekali mikirnya, toh Allah sudah atur semuanya, terima saja apa adanya!

Mengelola keuangan adalah sejalan dengan salah satu ayat Al-Qur’an tentang kisah Nabi Yusuf ketika menakwilkan mimpi Raja Mesir untuk mempersiapkan hidup di masa sulit ketika di masa senang (QS Yusuf (12): 43-49). Kita juga diajarkan manut dan konsisten dengan ajaran Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, misalnya cara –cara menahan keinginan duniawi (baca nasihatRasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam) kepada Fatimah Az-Zahra ra putrinya dan Ali bin Abi Thalib ra menantunya untuk selalu berzikir kepada Allah), juga dalam mengelola hutang (baca doa ajaran Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam untuk jauh dari lilitan hutang).

Pencapaian Target

Terakhir, kita hanya pandai merencanakan dan menginginkan agar target – target keuangan keluarga tercapai namun hanya Allah SWT yang menentukan. Jadi apapun hasilnya, mari bertawakal kepada Allah Allah Subhanahu Wata’ala dengan terus memohon agar senantiasa diberikan yang terbaik untuk kehidupan kita.

Mengutip taujih Ustaz Cecep Haji Solehudin yang berdomisili di Sydney, Australia, sesungguhnya target yang harus kita capai adalah seperti yang disabdakan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya.” (HR. Tirmidzi)

 Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Konsultan, Sakinah Finance, Colchester – UK

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ibadahkeuanganmenikahPengelolaan Keuangansavingsharingspendingtabungan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Diserang Roket ISIS, NATO Sampaikan Solidaritas
Tulisan selanjutnya Jamaah Terus Membludak, Muslim Siapkan Masjid Raya di Kota Melbourne

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Ekonomi Syariah

KTT Halal Dunia dan Pameran Halal OKI ke-9, Erdogan: Pasar Halal Makin Disukai Semua Kalangan

25 November 2022 09:40
Ekonomi Syariah

Ibnu Sina dan Konsep Negara Adil Makmur

12 November 2022 22:10
Ekonomi SyariahNasional

Inilah 8 Standard Kehalalan Kosmetik Berdasarkan Fatwa MUI yang Perlu Diketahui

4 November 2022 23:20
Ekonomi SyariahNasional

MUI: Keuangan Syariah Instrumen Perkuat Pembiayaan UMKM

25 Oktober 2022 17:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?