Hidayatulah.com– Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso ditunjuk untuk menjadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2017-2020.
Pengangkatan dan penetapan Wimboh dilakukan melalui penyerahan resmi Surat Keputusan MES yang disampaikan Ketua Dewan Pembina MES KH Ma’ruf Amin di Jakarta, awal pekan ini.
Wimboh menjelaskan, MES merupakan wadah organisasi yang bertujuan menjadi acuan dan diikuti sebagai teladan bagi usaha percepatan pengembangan dan penerapan sistem ekonomi dan etika bisnis Islami di Indonesia.
“MES bersifat mandiri, bukan organisasi Pemerintah, dan bukan organisasi politik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (16/01/2018). Penyerahan SK itu dilakukan pada Senin (15/01/2018).
Baca: Wagub Jatim: “Ekonomi Syariah Mampu jadi Ekonomi Alternatif Masyarakat”
Selain itu, terangnya, MES memiliki visi antara lain untuk menjadi wadah yang menghimpun seluruh sumber daya yang ada dan membangun sinergi antar pemangku kepentingan untuk mempercepat penerapan ekonomi syariah di berbagai bidang.
Kehadiran MES, ungkapnya, juga diharapkan menjadi wadah dan wahana komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi, dan advokasi, dalam rangka membentuk iklim ekonomi yang sesuai syariah dan memelihara persatuan dan kesatuan dari pemangku kepentingan ekonomi syariah seperti regulator, ulama, pengusaha, akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, dan lain-lain.
MES, lanjutnya, juga mengusung misi untuk mewujudkan silaturahim di antara pelaku-pelaku ekonomi, perorangan, dan lembaga yang berkaitan dengan ekonomi syari’ah; membangun sinergi dan kemitraan di antara perorangan dan lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan ekonomi syariah; serta mendorong pengembangan aktivitas ekonomi syariah sehingga menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam kegiatan usaha termasuk dalam hal investasi maupun pembiayaan.
“Kinerja industri keuangan syariah tumbuh semakin positif. Aset perbankan syariah dan IKNB Syariah terus tumbuh membaik. Begitu juga kinerja industri pasar modal syariah yang terus bergairah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, MES bekerjasama dengan otoritas terkait seperti OJK dan Bank Indonesia untuk terus berupaya mendorong tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah nasional.*