Hidayatullah.com– Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, mengaku akan mendorong upaya memajukan kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia secara berkeadilan berdasarkan prinsip dan nilai-nilai Islam yang luhur.
Menkeu mengaku akan membagi pengalaman dan pengetahuan profesional yang selama ini telah diperoleh guna memajukan dan meningkatkan peran para ekonom Islam di Indonesia.
“Dengan penuh kerendahan hati dan kesungguhan saya akan berusaha mewujudkan harapan tersebut,” sebutnya setelah mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) 2019-2023 di Jakarta, Sabtu (24/08/2019) dalam pernyataannya kutip siaran pers IAEI.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun memohon agar Allah Subhanahu Wata’ala memberikan kemudahan dan kelancaran bagi seluruh pengurus DPP IAEI periode 2019-2023 dalam mengemban amanah besar, memecahkan masalah kemiskinan dan menjawab tantangan pengembangan perekonomian umat Islam.
Sri Mulyani terpilih sebagai Ketua IAEI menggantikan Bambang Brodjonegoro yang telah mengakhiri masa bhakti periode 2015-2019.
Menkeu menjelaskan, tantangan ekonomi Indonesia yang mayoritas beragama Islam adalah memajukan kesejahteraan umat dan menciptakan kesempatan yang adil bagi semua
Kata Menku, upaya dilakukan agar umat dapat mengaktualisasikan potensi diri untuk menjadi manusia yang produktif inovatif dan berkualitas, dengan tetap memelihara nilai-nilai religius luhur keislaman.
Oleh karena itu, Menkeu berjanji akan membangun IAEI menjadi organisasi para akademisi, ekonom, praktisi, dan industri dan pembuat kebijakan yang profesional dan unggul.
Dengan demikian, menurut dia, IAEI dapat berperan aktif dalam pembangunan ekonomi Indonesia serta pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
“Tercapainya kesejahteraan umat secara adil dan merata menjadi tujuan akhir yang ingin kita capai. Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat muslimnya yang terbesar di dunia mempunyai potensi besar dalam mengembangkan perekonomian Islam guna mensejahterakan umatnya.,” katanya.
Beberapa hal yang akan diwujudkan melalui program nyata, antara lain pengembangan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kapasitas riset dan mendukung kebijakan yang menunjang perkembangan ekonomi syariah.
Kemudian, mendorong sinergi antara akademisi, industri dan pemerintah maupun otoritas dalam pengembangan ekonomi syariah, serta mendukung upaya membangun wajah Islam yang inklusif dan sejalan dengan semangat kebinekaan dalam bingkai NKRI.
“Program-program tersebut tidak akan bisa terlaksana dengan baik tanpa adanya dukungan dari para akademisi, pelaku bisnis serta pembuat kebijakan. Oleh karena itu, seluruh unsur tersebut nantinya akan terwakili dalam kepengurusan IAEI,” ujar Sri Mulyani.*