Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ekonomi Syariah

Muslimah Ini Sukses Bisnis Terinspirasi Bunda Khadijah

Bambang S
Terakhir diupdate: 18 Maret 2021 14:13 2:13 pm
Bambang S
Dipublikasikan 18 Maret 2021 14:13
Bagikan
Dinasty Group perusahaannya Tety Sofia Nurvitasari
Bagikan

Muslimah itu bisa kaya.  Islam itu mampu dan Islam itu memberi. Contohnya Tety Sofia Nurvitasari

Hidayatullah.com–Setelah lulus kuliah, 1997, Tety Sofia Nurvitasari memutuskan untuk menikah. Tak lama berselang, ijazah sarjananya hilang. Padahal, waktu itu, ada tawaran bekerja sebagai pegawai Pemerintah Daerah (Pemda) setempat di Kota Blitar, Jawa Timur.

“Sejak kuliah saya berpikir untuk tidak bergantung pada suami. Artinya harus bisa mandiri, tetapi pikiran sempit saya bilang tidak bisa bekerja, karena ijazah hilang,” jelas Nur, sapaan akrabnya.

Singkat cerita, 1998, ia akhirnya mencoba berwirausaha mulai dari menjual pakan ternak (polosan), gula pasir, telur, sampai ternak ayam—pertama kali sekitar 1.000 ekor pemberian dari mertuanya. Dua tahun belakangan ini, ia juga menggeluti bisnis properti syariah.

“Soal dagang, saya banyak belajar kepada mertua. Untuk memajukan usaha, saya sering berdiskusi dengan mereka,” beber lulusan Fakultas Manajemen Univertitas Airlangga (Unair  Surabaya  pada 1996 ini, saat berbincang dengan Suara Hidayatullah, di kantornya Kota Blitar, Jawa Timur, pertengahan September lalu.

Baca Juga

Komitmen MUI Kembangkan Ekonomi Syariah
Komitmen MUI Kembangkan Ekonomi Syariah
Baitul Wakaf Jalin Kemitraan Strategis dengan Fundex di ISEF 2023
Gara-gara Paylater, Makin Banyak Gen Z Terlilit Utang yang Membengkak
Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel
Indonesia Ajak Anggota OKI Majukan Industri Halal

Selama 3 tahun berjalan, Nur mampu membeli tanah dan membangun rumah dari keuntungan hasil usaha, yang ia jalankan bersama suami. “Setelah 3 tahun tinggal bersama mertua, alhamdulillah kami ada rezeki untuk membangun rumah sendiri meskipun kecil dan sederhana,” ujarnya.

Kini, seluruh usaha wanita yang sejak SD gemar menyisihkan semua uang sakunya untuk ditabung ini ada di bawah naungan ‘Dinasty Group’. Jumlah total karyawan baik yang di gudang maupun kantor sekitar 80-an orang. Dinasty Group sendiri termasuk distributor pakan ternak (poultry shop) besar di Kota Blitar.

“Yang paling besar mendatangkan keuntungan itu  jualan telur. Kisaran tahun 2000 sampai 2010-an penjualan telur itu luar biasa. Setelah itu grafiknya turun sampai sekarang,” ungkapnya.

 Bunda Khadijah

“Saya ingin menunjukkan Islam itu kaya. Islam itu mampu dan Islam itu memberi,” kata Nur ketika ditanya apa motivasinya dalam berwirausaha.

Sejak SD, anak pertama dari enam bersaudara ini mengaku selalu berangan-angan ingin menjadi orang kaya dan membantu orang miskin. Ia merasa kasihan melihat anak-anak atau orang-orang miskin. Bahkan, terkadang sampai nangis mengamati kehidupan mereka yang serba kekurangan.

“Saya termasuk orang yang beruntung, karena sejak kecil sampai kuliah disayangi keluarga dan saudara-saudara dekat. Kebutuhan saya selalu terpenuhi,” akunya.

Mimpi untuk menjadi kaya itupun semakin menjadi-jadi untuk segera diwujudkan ketika Nur kuliah. Ia menemukan sebuah buku yang mampu memberikan inspirasi dalam hidupnya. Untuk menjadi kaya salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjadi saudagar sukses.

“Saat kuliah saya baca buku tentang Bunda Khadijah berjudul “Khadijah The True Love Story of Muhammad”, yang menginspirasi saya bahwa menjadi wanita harus belajar dan terus belajar. Jadi, sebetulnya Islam itu bisa. Muslimah juga bisa kaya. Contohnya, ada Ummul Mukminin,” jelas Nur.

Dari situlah, Nur kuliah sambil usaha kecil-kecilan seperti jualan baju Muslim, baju anak-anak, mukena, dan sebagainya. Ia bersyukur keuntungan dapat mencapai 80 sampai 100% waktu itu. Usahanya pun tetap eksis dan semakin berkembang pesat seperti sekarang.. Meski kini produk yang dijual berbeda dengan saat masih kuliah.

“Saya terus berusaha menjaga kepercayaan baik dengan klien maupun pelanggan. Juga selalu belajar menjadi profesional. Step by step,” Nur berbagi tips suksesnya.

Selain itu, Nur melanjutkan, selalu berusaha menepati janji. Ia bercerita, 2001-an dimodali oleh seorang kawan. Nggak sedikit. Ratusan juta. Ia diminta mengelola dan memutarnya. Sampai 2007 kalau dikalkulasikan mencapai sekitar 500 jutaan. “Itu tanpa harus ada kewajiban untuk mengembalikan,” katanya.

“Saya kalau hutang, bayarnya maksimal benar-benar harus sesuai deadline waktu yang diberikan. Tetapi saya selalu berusaha membayar sebelum batas waktunya.”

Sementara kepada konsumen, Nur berusaha memberikan pelayanan terbaik dan semaksimal mungkin. “Intinya, kita melayani sebaik semampunya dan tiada henti untuk terus belajar,” selorohnya menegaskan.

Tobat Riba

Nur menuturkan, kesalahan yang sering terjadi pada seorang pengusaha Muslim adalah minimnya kesadaran diri untuk selalu belajar. Padahal, bagi pelaku bisnis tiada waktu untuk belajar.. Sebenarnya hidup itu belajar. Sampai mati sekalipun dalam hal apapun ilmu itu takkan pernah habis untuk dipelajari.

“Saya pernah mendengar perang yang sesungguhnya adalah perdagangan. Dosa paling banyak, juga ada di perdagangan. Saya sering menangis, bagaimana nanti mempertanggungjawabkan harta hasil perdagangan selama ini di hadapan Allah SWT,” katanya lirih.

Nur mengaku dalam menjalankan bisnisnya masih jauh dari syariat Islam. Kendati demikian, ia tetap semangat belajar dan berbenah diri.

“Saya pernah pinjam bank. Sejak awal memulai usaha itu sudah pinjam bank. Lalu  saya kena tipu 3 puso telur tahun 2004. Kalau sekarang diuangkan sekitar 3 miliar. Saya klenger karena roda keuangan nggak bisa berjalan. Saya diminta sama teman untuk pinjam bank. Saya pinjam ya karena memang belum paham tentang riba pada waktu itu,” kenangnya.

Alhamdulillah, tahun 2013, Nur keluar dari jerat riba. Tobat. Ia benar-benar bersih dari semua hal yang berurusan dengan bank.

“Saya tahu itu salah, maka harus ditinggalkan. Sebenarnya sudah tahu sejak 2012. Cuma tidak bisa langsung berhenti karena ada beberapa tanggungan,” katanya tersenyum.

Selain tobat riba, ia juga memanfaatkan posisinya sebagai pemilik Dinasty Group untuk membina secara tidak langsung kepada karyawan melalui berbagai kegiatan misalnya majelis taklim, belajar tajwid serta tahsin, dan sebagainya. Ia juga tidak pernah bosan mengingatkan karyawannya khususnya pria, agar shalat berjamaah di mushala kantor. Bagi karyawati, ia wajibkan mengenakan hijab selama bekerja.

“Yang emak-emak tukang bersih-bersih, masak, itu masih buka lepas hijab. Kalau karyawati bagian kantor,alhamdulillah semua selalu berhijab. Istiqamah,” tutup Nur

Tonton video Perusahaan Ini Sukses karena Terapkan Manajemen Islami

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslimah berbisnismuslimah suksesmuslimah tauladanmuslimah teladanpengusahan muslimahpengusahan wanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBB: Embargo Senjata Libya ‘Sama Sekali Tidak Efektif’
Tulisan selanjutnya Inilah Wasim Rizvi, Tokoh Syiah yang Memancing Aksi Massa setelah Usul Menghapus 26 Ayat Al-Quran Inilah Wasim Rizvi, Tokoh Syiah yang Memancing Aksi Massa setelah Usul Menghapus 26 Ayat Al-Quran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Ekonomi Syariah

KTT Halal Dunia dan Pameran Halal OKI ke-9, Erdogan: Pasar Halal Makin Disukai Semua Kalangan

25 November 2022 09:40
Ekonomi Syariah

Ibnu Sina dan Konsep Negara Adil Makmur

12 November 2022 22:10
Ekonomi SyariahNasional

Inilah 8 Standard Kehalalan Kosmetik Berdasarkan Fatwa MUI yang Perlu Diketahui

4 November 2022 23:20
Ekonomi SyariahNasional

MUI: Keuangan Syariah Instrumen Perkuat Pembiayaan UMKM

25 Oktober 2022 17:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?