Hidayatullah.com–Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Jeddah, hingga Rabu (6/11/2013) pukul 12.00 Waktu Arab Saudi, total jamaah Indonesia yang wafat di Arab Saudi 227 orang. Sebagian besar meninggal di Makkah, 178 orang. Ada pun total jamaah yang rawat inap, rawat jalan, dan rujukan tercatat 8.958 orang.
Kabid Kesehatan haji, Dr. Fidiansjah menyatakan, dari hasil evaluasi tim kesehatan, sebagian besar yang wafat di Arab Saudi itu jamaah lanjut usia (lansia). Jumlahnya lebih dari 70 persen.
Kalau diteliti lebih lanjut, mereka yang meninggal itu mayoritas jamaah dari gelombang dua. Dia memperkirakan, masa adaptasi jamaah gelombang dua itu sangat kurang, karena langsung diberangkatkan ke Makkah, dan melakukan aktivitas ibadah yang tinggi.
“Ini bukan masalah takdir. Kalau sudah kita sebut takdir, ya selesai. Tapi, ini, bagian dari upaya antisipasi dan perlakuan yang akan kita berikan kepada jamaah,” imbuh Fidiansjah.
Jamaah PIHK
Sementara Kasi Pendataan Ibadah Haji Khusus (PIHK), Cecep Nursyamsi mengatakan, hingga Selasa (5/11/2013) malam Waktu Arab Saudi, seluruh jamaah haji khusus sudah dipulangkan ke Tanah Air, dan semuanya berlangsung lancar.
“Alhamdulillah, seluruh jamaah haji khusus telah dipulangkan ke Tanah Air. Sebanyak 12.854 jamaah lewat Jeddah, dan 695 lainnya melalui Medinah,” ucap Cecep Nursyamsi.
Sisanya, lanjut Cecep, 11 jamaah meninggal di Tanah Suci. “Sementara empat orang lainnya mendapat perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi,” katanya, diberitakan laman Kemenag.
Di luar itu, sebut Cecep, semua berjalan relatif lancar. “Alhamdulillah, secara umum dapat terlaksana dengan baik. Mulai dari aspek pelayanan, maupun koordinasi dan pelaporan terhadap petugas pengendalian PIHK,” pungkas Cecep.*