Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Arab Saudi menggambarkan klaim Qatar untuk internasionalisasi haji sebagai ‘deklarasi perang’ terhadap negaranya, demikian kutip TV Al Arabiya milik Arab Saudi pada Ahad, 30 Juli 2017.
“Desakan Qatar untuk internasionalisasi haji merupakan bentuk ajakan perang kepada kerajaan Arab. Kami berhak untuk menanggapi siapa saja yang ingin menginternasionalisasikan situs suci itu,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Jubeir, seperti dilansir Al Arabiya, Ahad (30/07/2017).
Baca: Arab Saudi Izinkan Iran Dirikan Konsulat Haji Sementara
Namun, sampai hari ini tidak dapat dipastikan apakah Qatar membuat tuntuan tersebut.
Namun, ia menuduh warga Saudi menjadikan haji sebagai isu politik dan menangani Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait kebebasan agama pada hari Sabtu, dengan menyuarakan keprihatinan tentang hambatan yang dihadapi warga Qatar yang ingin menunaikan ibadah haji tahun ini.
Tidak ada anggota pemerintah Qatar dapat memberikan komentar dengan segera.
Baca: Menolak Perjanjian dengan Saudi, Iran Larang Warganya Haji
Sebelum ini Qatar menuduh Arab Saudi telah mempolitisasi ibadah haji setelah Riyadh memberlakukan pembatasan terhadap warga negara Qatar ingin menunaikan ibadah haji ke Makkah.
Komisi Hak Asasi Manusia Nasional Qatar (NHRC) mengatakan bahwa warga Qatar telah diberitahu bahwa mereka hanya dapat memasuki Arab Saudi melalui dua bandara dan hanya boleh melakukan perjalanan melalui Doha untuk bisa masuk ke Saudi.
Pembatasan akses ini mempersulit calon jamaah haji Qatar yang tinggal di luar Doha. NRHC pada hari Sabtu mengajukan keluhan tersebut kepada pelapor khusus PBB untuk Kebebesan Beragama.
”Pembatasan tersebut termasuk pelanggaran berat terhadap hukum dan kesepakatan internasional yang menjamin hak untuk beribadah,” kata pihak NRHC.
Arab Saudi, Emirat Arab (UEA), Mesir dan Bahrain mengeluarkan daftar 13 tuntutan kepada Qatar termasuk mengurangi dukungannya bagi Ikhwanul Muslimun, menutup saluran Aljazeera yang berbasis di Doha, menutup sebuah pangkalan militer Turki dan mengurangi hubungannya dengan Iran.
Pada Ahad, beberapa menteri luar negeri dari empat negara itu mengungkapkan mereka siap untuk mengadakan dialog dengan Qatar jika ia menunjukkan kerelaan untuk memenuhi tuntuan tersebut.*