Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Militer Rusia Akan Tempatkan Militernya di Suriah Selama 49 Tahun

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Agustus 2017 07:00 7:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Agustus 2017 06:57
Bagikan
Pangkalan Rusia di Suriah
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang memungkinkan Angkatan Udara Rusia untuk terus tetap di Suriah selama 49 tahun sebagai bagian protokol perjanjian 2015 dengan pemerintah Damaskus.

Protokol ditandatangani Rusia dan Suriah pada Januari lalu, yang mengatur isu terkait penempatan angkatan udara militer di wilayah Damaskus.

Perjanjian ini kemudian diadopsi parlemen Rusia (Duma) pada 14 Juli dan disetujui Senat lima hari kemudian.

Diantara perjanjian yang termaktub dalam protokol tersebut adalah pilihan yang memungkinkan susunan perpanjangan otomatis selama 25 tahun lagi.

Baca: Serangan Rusia ke Suriah, Umat Islam Dunia Harus Bersatu

Selain itu, protokol turut memiliki perjanjian Suriah menyediakan pasukan udara Rusia dengan tanah bebas di barat laut Latakia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rusia juga menawarkan dukungan nasihat kepada Suriah untuk membantu Negara Arab itu mencapai keberhasilan menentang militan (kelompok pejuang pembebasan, red).

Sebelum ini Moskow menggunakan Pangkalan Udara Khmeimim untuk operasi anti teror sejak September 2015, demikian kutip sebuah media Iran.

Baca: Ramadhan Muslim Aleppo, Dibantai Rusia dan Assad

Pihak Angkatan Udara Rusia juga sudah dikirim ke Suriah pada tanggal 30 September 2015 atas permintaan Rezim Bashar, sebagai bagian dari operasi yang ditujukan untuk memerangi kelompok pejuang pembebasan. Kelompok tersebut ditempatkan di Pangkalan Udara Humeimim.

Pihak Rusia mengatakan akan mempertahankan kehadiran militer di pelabuhan Tartus dan di pangkalan udara Humeimim untuk memantau situasi di wilayah tersebut dan mengamati pelaksanaan perjanjian gencatan senjata.

Sebagaimana diketahui, campur-tangan Rusia dibantu pemerintah Syiah Iran telah memperumit konflik dan perang di Suriah. Protokol ini akan lebih memperumit kaum Muslim di Suriah di masa mendatang.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Angkatan Udara Rusiabashar al assaddamaskusDumairanmiliter rusiaparlemen RusiaPerang Suriahprotokol perjanjianrusiasuriahsyiahVladimir Putin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota DPR: Agar Israel Tunduk, Perlu Langkah Strategis, Sistematis, dan Terstruktur
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Menggambarkan Desakan ‘Internasionalisasi’ Haji ‘Deklarasi Perang’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?