Hidayatullah.com—Qatar hari Senin menyangkal pihaknya telah melarang penerbangan Arab Saudi untuk mendarat di Doha untuk mengangkut jamaah Muslim ke Makkah, setelah sebuah tuduhan dilayangkan oleh otoritas berwenang di Riyadh.
Penerbangan itu merupakan satu dari sedikit penerbangan yang akan mengangkut jamaah Qatar dan mengirimnya ke Arab Saudi, yang minggu lalu membuka perbatasannya sementara bagi para jamaah Haji untuk pergi ke Makkah, setelah lebih dari dua bulan terjadinya krisis diplomatik di mana Riyadh memutuskan semua hubungan dengan Qatar dan melarang penduduknya memasuki wilayah Arab Saudi.
Seorang informan resmi di Otoritas Penerbangan Sipil Qatar pada Senin “menjelaskan klaim yang menyebutkan bahwa negara Qatar tidak memperbolehkan Saudi Airlines untuk mengangkut jamaah Haji Qatar merupakan berita yang tidak berdasar,” menurut sebuah laporan dari kantor berita QNA milik Qatar seperti yang dikutip oleh worldbulletin.net.
Otoritas penerbangan sipil Qatar memastikan bahwa pihaknya telah menerima permintaan mendarat dari pesawat pengangkut Saudi dan telah mengarahkannya ke kementrian hubungan Islam.
Musim Haji, salah satu rukun Islam yang mengharuskan Muslim yang mampu untuk melakukannya setidaknya sekali, tahun ini dimulai pada awal September. Diperkirakan akan menarik dua juta ummat Muslim dari seluruh penjuru dunia.
Sedangkan Arab Saudi dan Qatar, yang terlibat dalam krisis diplomatik di mana Arab Saudi dan sekutu-sekutunya memutuskan semua hubungan dengan Doha terkait tuduhan bahwa negara itu mendukung kelompok ekstrimis Islam dan memiliki hubungan dengan Syiah Iran.
Qatar telah menyangkal tuduhan-tuduhan tersebut.
Arab Saudi pada bulan lalu mengatakan jamaah Qatar akan dipersilahkan memasuki kerajaan itu selama musim Haji tahun ini tetapi menempatkan sejumlah larangan bepergian, termasuk penerbangan dari dan ke Arab Saudi hanya boleh melalui perusahaan penerbangan yang telah mendapat persetujuan Riyadh.
Langkah itu mendapat kecaman di Doha, di mana otoritas mengatakan Haji telah digunakan sebagai amunisi politik.
Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar pada 5 Juni menjadikannya krisis politik terburuk yang pernah terjadi di wilayah Teluk dalam beberapa dekade terakhir.*/Nashirul Haq AR