Hidayatullah.com — Kementerian Agama (Kemenag) yakin Indonesia akan memberangkatan jamaah haji pada penyelenggaraan tahun 1443 H/2022 M mendatang. Tak cukup disitu, Menag juga optimis pada tahun ketiga pandemi Covid-19, kuota haji Indonesia kembali normal.
Wajar, rasa optimis itu datang, melihat penanganan Covid-19 di Indonesia makin baik, dibuktikan dengan tren penyebaran kasus positif yang terus turun. Ditambah Arab Saudi juga sudah membuka akses pemberangkatan jamaah umrah Indonesia.
“Tahun ketiga pandemi (2022), saya optimistis Indonesia akan memberangkatkan jamaah haji. Saya malah berharap di tahun ketiga ini, haji bisa diselenggarakan dalam kuota normal, 100%,” kata Sekjen Menag, Nizar Ali seperti dikutip pada laman resmi Kemenag, Kamis (14/10/2021).
Nizar menyampaikan penyelenggaraan ibadah umrah bagi jamaah Indonesia di masa pandemi ini sekaligus akan menjadi tolok ukur skema penyelenggaraan haji 1443 H. Sehingga perlu disiapkan tim manajemen krisis untuk menyusun skema pemberangkatan dan mitigasi penyelenggaraannya.
Menurut Nizar penyelenggaraan haji 1443 H nantinya masih akan digelar dalam suasana pandemi. Maka dari itu, calon jamaah harus terus diedukasi dalam kedisiplinan penerapan protokol kesehatan (prokes).
“Kemenag juga harus memastikan kuota petugas haji mencukupi dan mereka bisa menjalankan tugasnya secara profesional dalam konteks suasana pandemi,” paparnya.
Jika diperlukan, Kemenag kata Nizar akan menggelar pelatihan petugas secara terpisah yang sesuai bidang layanan masing-masing, baik katering, transportasi, akomodasi, hingga pembimbing ibadah. “Saat ini, baru pembimbing ibadah yang disertifikasi. Ke depan, perlu juga sertifikasi untuk semua layanan,” pungkasnya.*