“Organisasi yang disebut Al-Qaeda itu sudah menanamkan sumber daya dan aset-asetnya sebelum operasi pemboman dimulai,” kata Gunaratna seperti dikutip ABC TV (13/11/2002). Adapun sayap Al-Qaeda yang menjadi pelaksananya adalah Jemaah Islamiyah (JI).
Gunaratna yang baru-baru ini menulis buku yang mengupas Al-Qaeda juga mengatakan target serangan itu memang khusus ditujukan bagi Australia. Pasalnya, pemerintah Australia rajin dan aktif dalam menggalang kerjasama dengan negara-negara Asia Tenggara guna membasmi JI dan jaringan-jaringan Al-Qaeda lainnya.
“Dalam konteks ini, sangat jelas serangan ditujukan bagi Australia dan warga barat lainnya,” kata Gunaratna. Lebih jauh, Gunaratna menduga akan ada aksi teroris susulan yang akan terjadi khususnya di dalam negeri Australia sendiri. “Pertanyaannya, tinggal kapan waktunya akan terjadi,” katanya.
Sebagai solusi menghadapi ancaman teror lanjutan ini, Gunaratna menyarankan agar pemerintah Australia terus menggalang kerjasama yang lebih intens dengan negara-negara Asia Tenggara dalam menghancurkan jaringan Al-Qaeda di kawasan Asia Pasifik. (tbs/detikcom/sma)