Hidayatullah.com–Masyarakat Muslim Australia, memprotes seri iklan televisi tentang terorisme yang dinilai dapat memprovokasi serangan rasisme terhadap kelompok Muslim. Australian Federation of Islamic Councils (AFIC), menyatakan Pemerintah Australia tidak melakukan konsultasi terlebih dulu dengan komunitas Muslim atas penayangan iklan yang diproduksi pemerintah tersebut. Serial iklan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menggelar kampanye anti-teroris pasca pengeboman Bali, Oktober silam. Iklan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap ancaman teroris terhadap Australia serta memberikan berbagai tips mengenai titik-titik tanda bahaya. Para pemimpin Muslim Australia mencatat, sejak serangan 11 September terhadap Amerika Serikat (AS) dan pengeboman Bali 12 Oktober lalu, serangan rasisme terhadap Muslim makin meningkat. Serangan rasisme terhadap kelompok Muslim, ditandai dengan tindakan vandalisme terhadap beberapa masjid dan penyerangan terhadap para pemimpin dan individu Muslim. “Banyak insiden yang terjadi di jalanan setiap hari yang tidak dilaporkan,” tandas seorang pemimpin Muslim. Penayangan iklan anti-terorisme itu dinilai sementara kalangan dapat memberikan dampak negatif terhadap keharmonisan beragama dan semakin menimbulkan kecurigaan publik terhadap umat Islam di Australia. Pemerintah Federal Australia tetap melanjutkan rencana tayangan iklan anti-terorisme di berbagai media massa, baik televisi maupun suratkabar. Iklan anti-terorisme itu akan ditayangkan secara nasional Minggu (29/12) selama tiga bulan ke depan di sebagai media massa baik tulis maupun elektronika, kata PM John Howard kepada pers di Sydney Jumat. Menurut Howard, diharapkan iklan itu memberikan dasar penge tahuan kepada rakyat Australia tentang gerak-gerik mencurigakan yang dilakukan para teroris. Penayangan iklan itu bertujuan mendorong rakyat Australia melaporkan tindakan mencurigakan itu kepada pihak kepolisian sehingga dapat dicegah tindakan fatal selanjutnya, katanya. Pada Minggu petang ini, semua saluran televisi swasta maupun ABC, akan menayangkan iklan itu pertama kalinya, kata Howard. Saya yakin iklan televisi itu tidak dipandang sebagai tanda bahaya tetapi sebagai informasi penting, tambahnya. (wp/cha)