Amerika Serikat (AS) menerima tamparan cukup keras dari negera-negara yang tidak mendukungnya menyerbu Iraq. Perang diplomasi yang dilancarkankannya ke semua negara di dunia untuk mengusir diplomat Iraq ternyata disambut dingin berbagai negara. Semalam beberapa saat setelah beberapa negara utama dunia menolak mentah-mentah kemauan pihak Washington supaya memutus hubungan dengan Baghdad dan membekukan atau mengambil alih aset-aset Iraq ternyata disambut dingin. Perancis, Russia dan Jerman mengetuai diantara negara yang tidak mau tunduk pada kemauan AS itu menyatakan tetap akan menjalin hubungan dengan Baghdad dan tetap mengutuk serangan AS yang dianggapnya telah melanggar hukum internasional. Menteri Luar Russia, Igor Ivanov mengatakan, Moscow akan menolak berbagai alasan untuk mengusir diplomat Iraq karena tidak alasan secara yuridis. Paris juga menyatakan, tetap tidak akan tunduk kepada kemauan AS untuk mengusir diplomat Iraq karana tindakan itu dianggapnya sebagai bentuk perongrongan kedaulatan negara. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh jurubicara kementerian luar negeri Perancis, Francois Rivasseau semalam. Selain Perancis, Belgia juga turut menolak tuntutan AS karena tindakannya dianggap kurang wajar. Belanda juga menolak mentah-mentah kemauan Washington setelah negara Paman Sam itu mengeluarkan himbauan kepada 62 negara dunia untuk memutuskan hubungan dengan Iraq. Beberapa negara Asia juga menolak mentah-mentah kemauan negara AS. Termasuk diantaranya Malaysia, Thailand dan Indonesia. Di Bangkok, kedutaan Iraq terus beroperasi seperti biasa. Sedang negara-negara Asia yang tunduk dan bertekuk lutuk di bawah ketiak Washington adalah Pilipina dan Singapura. Singapura adalah negara yang sering dijuluki sebagai Agen Israel di wilayah Asia Tenggara. (AFP/cha)