Menurut sumber berita Baztab, 13 hari setelah serang AS dimulai ke wilayah Iraq, Saddam dan agen rahasia Russia telah setuju untuk menyerahkan Baghdad dengan korban yang paling minin dengan syarat, Saddam para pendukungnya berhasil diselamatkan. AS juga berjanji untuk mengantar Saddam serta kroninya ke tempat yang lebih aman di negara lain.
Baztab juga menulis bila Menteri Penerangan Iraq, Mohammad Said Al Sahaf, telah diarahkan untuk terus berada di Baghdab guna memberi gambaran bila Saddam masih tepat memimpin dan berkuasa. Sumber berita ini juga menyebut atas jasa ini, agen rahasia Rusia mendapatkan imbalan sebesar 15 milyar USD dari perjanjian ini.
TV Iran, juga mengungkapkan kejatuhan Baghdad ada kaitan dengan perjanjian rahasia antara pasukan AS dan sekutunya dengan presiden Iraq. Namun yang jelas, seperti ungkapan pemimpin Iran, Ali Khameini, terdapat banyak ganjalan mengenai kejatuhan Saddam tersebut yang perlu terus diselidiki. (GN)