Diperkirakan ada 150 agen Israel yang kini berada di Iraq dalam sebuah misi membunuh 500 ilmuwan di negeri kaya minyak ini. Ucapan ini disampaikan oleh seorang perwira tinggi Perancis dalam sebuah acara TV Channel 5 di Perancis.
Koran Israel, Ma’ariv yang juga menyiarkan berita itu melaporkan, bila perwira berpangkat Jeneral itu mengatakan, kini ada setidaknya 150 agen Israel yang disusupkan masuk ke Iraq berbarengan dalam petugas pemeriksa senjata PBB untuk menjalankan misi mereka.
Agen Israel ini juga mungkin beroperasi dengan bantuan pasukan AS yang berada kini tengah berada di Iraq.
Juru bicara pasukan AS di Qatar, Brigider Jeneral Vincent Brooks, menegaskan selain menyingkirkan Saddam Hussein, serangan itu juga untuk berusaha menghapuskan kemampuan Iraq membangunkan senjata biologi, kimia dan nuklir yang sampai detik ini tak ada buktinya.
Seperti diberitakan, sebelumnya, pasukan AS dikabarkan telah menyerbu masuk ke gedung penelitian ilmiah di Iraq, Huda Salih Mahdi Ammash yang selama ini selalu dianggap sebagai pentimpan visrus Anthrax oleh AS. Ammash adalah salah satu dari 55 tempat yang paling dikehendaki AS. Selain minyak dan wilayah Iraq, AS dan Israel rupanya terus ingin melenyapkan orang-orang penting hal yang kemungkinan dikawatirkan mengembalikan kembali wajah Iraq. (bh/cha)