Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Cari Anggota Perekrut ISIS Bisa Dapat $10.000 Per Kepala

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2015 09:15 9:15 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Oktober 2015 09:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kelompok ISIS/ISIL membayar para pendukungnya hingga $10.000 perorang yang berhasil direkrut untuk ikut perang bersama pasukannya di Suriah dan Iraq, kata seorang pakar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa hari Jumat (16/10/2015), setelah mengunjungi Belgia, salah satu negara asal para “pejuang asing” kelompok bersenjata itu.

Elbieta Karska, yang mengetuai sebuah kelompok studi di PBB khusus mengkaji masalah rekrutmen ISIS, mengatakan bahwa kelompok itu menggunakan media sosial dan jaringan informal pertemanan, serta keluarga, yang memiliki hubungan dengan orang di Suriah, guna merekrut “jihadis” baru dari Belgia.

Dari sejumlah kontak asal Belgia pakar PBB itu mengetahui bahwa 500 pejuang asing yang bergabung dengan ISIS/ISIL di Suriah dan Iraq berasal dari Belgia. Angka itu merupakan perkapita tertinggi di kalangan negara Uni Eropa. Artinya orang asing dari Eropa yang ikut berperang bersama ISIS paling banyak berasal dari Belgia.

“Kami mendengar … tentang situasi di mana para perekrut dibayar dari dua, tiga ribu hingga 10.000 dolar tergantung pada … siapa yang direkrutnya,” kata Karska seperti dikutip AFP, saat konferensi pers di Brussel, seraya menambahkan bahwa itu baru temuan awal.

“Jika orang (yang direkrut) itu berpendidikan seperti ahli komputer atau dokter, mereka akan dibayar lebih banyak,” kata wanita asal Polandia yang juga berprofesi sebagai pengacara itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Para perekrut itu dibayar oleh Daesh,” kata kolega Karska seorang pengacara dari Chile, Patricia Arias, menggunakan akronim Arab untuk menyebut ISIS.

Setelah kelompok Sharia4Belgium bubar dan para anggotanya banyak yang ditangkap aparat Belgia, pola rekrutmen ISIS di negara itu berubah.

Tahun lalu, “metode kunci dari rekrutmen itu dikabarkan melalui jaringan informal seperti teman dan keluarga, serta melalui media sosial,” kata Karska.

Saat ini, rekrutmen paling banyak dilakukan melalui teman dan keluarga di Suriah, yang juga dibayar berdasarkan berapa jumlah orang yang direkrut dan apakah orang yang direkrut itu nantinya akan menikah.

Karska dan Arias mengatakan bahwa jumlah wanita dan gadis-gadis muda yang meninggalkan Belgia untuk menikahi para “jihadis” atau merawat mereka yang terluka semakin banyak. Sebagian berangkat memang benar-benar ingin ikut berperang.

Pakar PBB itu tidak memiliki catatan berapa banyak perempuan yang telah meninggalkan Belgia untuk bergabung dengan ISIS.

Namun, menurut mereka jumlah anak-anak lelaki dan pria dewasa yang berangkat untuk “berjihad” menurun dari sekitar 10 orang perbulan tiga tahun silam menjadi 4-5 orang perbulan sekarang ini. Rata-rata usia mereka 23 tahun dan jumlahnya sekarang menurun, kata Karska.

Tim bentukan PBB itu telah mengunjungi Tunisia beberapa bulan lalu untuk mencari fakta serupa.

Laporan akhir hasil temuan mereka akan dirilis tahun depan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketimpangan Ekonomi di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding AS
Tulisan selanjutnya MUI Ajak Umat Islam Manfaatkan Tahun Baru Hijriyah untuk Introspeksi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?