Boleh percaya boleh tidak. Setelah rezim Saddam jatuh, kehidupan secara liberal sedang melanda warga Iraq. Di kota-kota Iraq, kini bisa melihat berbagai kemaksiatan. Salah satunya adalah maraknya minuman keras dan beralkohol.
Di Baghdad, misalnya, segala jenis minuman keras, seperti beralkohol, wiski dan bir dijual bebas di jalan-jalan. Padahal sebelumnya, di saat Saddam berkuasa, barang-barang seperti itu dilarang diedarkan.
Kendati partai Saddam, Ba’ats dikenal berhaluas sosialis dan bersifat nasionalis-sekuler, pemerintah Saddam tetap mengakui Islam sebagai agama resmi. Karena itulah barang-barang segala jenis maksiat secara formal tetap dilarang. Kecuali sebagaian kecil masyarakat non-muslim yang hanya diperbolehkan menkonsumsi.
Beberapa waktu lalu, Mohammad Mohsen al-Zubaidi, tokoh opisisi Iraq yang mengkalim diri menjadi Gubernur di wilayah Baghdad menjanjikan konstitusi baru Iraq masa depan akan berlandaskan Islam.
Aliran Komunis Mulai Unjuk Gigi
Selain barang maksiat, kini kelompok-kelompok berhaluan komunis juga mulai menampakkan dirinya. Beberapa waktu lalu, seperti dikutip ArabNews.com, Partai Komunis Iraq (PKI) menyatakan kembali membuka kantor-kantor sekretariat mereka. Selain PKI ada juga Partai Kerja Komunis Iraq (PPKI) dan Organisasi Pregresif dan Komunis Iraq (OPKI) yang dikabarkan telah mulai unjuk gigi. Di masa depan, sejalan dengan kepentingan AS, kelompok-kelompok seperti ini dimungkinan akan terus marak dan subur.
Akankah masyarakat Iraq bisa mengalahkan cenkraman AS dan Yahudi yang juga berniat sama-sama mengingkan ‘Iraq Baru’ yang –tentu saja—berpihak pada mereka? (ap/sy/cha)