Kamis (12/06/2003) kemarin, sebuah helikopter AS ditembak jatuh oleh para pejuang Iraq. Di tempat lain, sejumlah serdadu AS juga tewas dalam bentrok senjata yang berlangsung tengah malam antara komplotan agresor AS dengan kelompok bersenjata Irak.
Kedua insiden itu menunjukkan terjadi peningkatan gelombang serangan terhadap komplotan penjajah AS di Iraq.
“Satu helikopter Apache AH-64 jelas telah ditembak jatuh oleh serangan musuh di Irak Barat. Tapi pasukan darat koalisi mampu menyelamatkan dua awaknya yang tanpa cedera dengan cepat.
Mereka juga mampu mengamankan lokasi tempat jatuhnya pesawat,” demikian keterangan Sentral Komando AS di Iraq yang dikutip Agence-France Presse (AFP).
“Dua helikopter tambahan ikut membantu mengamankan pasukan non-regular AS di sekitar lokasi jatuhnya pesawat,” ujar Sentral Komando AS di Iraq dalam suatu pernyataan resmi.
“Seorang serdadu koalisi mengalami cedera ringan,” jelas Sentral Komando AS.
Sementara itu juru bicara pasukan koalisi pimpinan AS mengatakan, bahwa sejumlah serdadu mereka tewas dalam bentrokan senjata yang terjadi tengah malam.
“Semalam ada sejumlah pasukan AS yang tewas dalam kontak senjata dengan pejuang Iraq di kawasan Barat Iraq,” ujar si juru bicara. Ia menolak untuk menjelaskan isi briefing oleh Kepala Pasukan Darat, Letnan Jenderal David Mackieman, Kamis sore kemarin.
“Suatu serangan pasukan Koalisi dilangsungkan Rabu (11/6/2003) 150 kilometer sebelah Barat Daya Baghdad. Ini merupakan bagian dari upaya pasukan Koalisi menghancurkak kelompok loyalis Baath, satuan para militer, serta elemen-elemen yang melakukan tindakan subversif,” ujarnya.
“Serangan pada kamp pelatihan terorisme berlangsung kira-kira pukul 01:45 waktu Baghdad. Serangan itu dilakukan lewat serangan udara yang terkoordinasi baik.”
BBC memberitakan, bahwa tentara Amerika Serikat terlibat dalam pertempuran sengit selama serangan terhadap apa yang mereka sebut “kamp” teroris di utara Baghdad.
Sedikitnya 70 warga Iraq tewas dalam serangan tersebut, kata juru bicara militer Amerika Serikat. Serangan dimulai dengan gempuran dari udara Kamis dinihari (12/06/03), dan dilaporkan dilanjutkan dengan pertempuran sengit di lapangan.
Pejabat Amerika yang sekarang menjalankan roda pemerintahan di Iraq, Paul Bremer mempersalahkan berlanjutnya serangan terhadap pasukan Amerika Serikat ini, dilakukan oleh anggota Partai Baath.
Serangan terjadi di sebuah kamp 150 kilometer utara Baghdad dilancarkan terhadap anggota Partai Baath, anggota bekas Pengawal Republik, dan elemen subversif lainnya, kata sumber militer Amerika Serikat.
“Pertempuran berlangsung sengit. Mereka sangat terlatih dan bersenjata lengkap, dan memang tampaknya siap untuk bertempur,” kata Kepala Staf Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, Jenderal Richard Myers.
Dia mengatakan dinas intelejen Amerika Serikat sedang mengkaji bukti-bukti apakah ada pejuang asing di kamp tersebut.
Dua pesawat jatuh
Hari Kamis (12/06/03), dua pesawat Amerika Serikat jatuh di atas Iraq. Sebuah helikopter Apache ditembak oleh warga Irak dari darat – ini untuk pertama kalinya sebuah pesawat Amerika ditembak jatuh dalam dua bulan terakhir. Dan sebuah pesawat pembom F-16 jatuh dalam insiden terpisah. Sebabnya masih dicari.
Dalam dua peristiwa ini, seluruh awak tidak mengalami luka-luka. Militer Amerika Serikat tidak secara khusus menghubungkan jatuhnya Apache dengan serangan terhadap kamp teroris.
Bersamaan dengan itu, sebuah jaringan pipa minyak utama dari ladang minyak Iraq di Utara ke Turki terbakar.
Insiden in terjadi 225 kilometer di utara Baghdad, dekat Bhaji, daerah yang masuk wilayah Tikrit, daerah kelahiran Saddam Hussein dan juga pusat kekuasaannya.
Sumber-sumber setempat mengatakan serangan itu adalah tindakan sabotage, namun sumber militer Amerika Serikat mengatakan tentara sedang menyelidiki kebakaran yang mereka perkirakan adalah bocoran gas. (bbc/iol/m3/cha)