Hidayatullah.com–Sebuah harian berbahasa Arab menulis, setelah dua tahun peristiwa 11 September 2001 berlalu, AS masih belum mampu mengatasi aksi terorisme bahkan perluasan konsep terorisme yang dipegangnya menciptakan banyak masalah baru.
“Dua tahun setelah peristiwa 11 September seharusnya AS sadar bahwa konsep terorisme yang dipegangnya tidak relevan dan harus mendengar usul dunia Arab sebab terbukti AS makin kepayahan menghadapi aksi tersebut,” demikian menurut harian Al-Sharqul Awsat, Kamis (11/9).
Salah satu harian terkemuka Arab itu mengingatkan agar negeri adidaya tunggal itu mendengar kembali seruan Arab sebelumnya, setelah peristiwa 11 September itu, bagi kesepakatan terlebih dahulu definisi dan maksud dari terorisme.
“Hal ini sangat penting agar jangan sampai konsep sepihak tersebut dijadikan dalih untuk menduduki suatu negara baik secara politik maupun militer”.
Kejadian di Iraq saat ini dimana Washington engan “malu-malu kucing” minta bantuan PBB menunjukkan bahwa AS dengan segala keunggulan teknologi dan senjata ternyata masih jauh dari mampu untuk menangani keamanan dunia sendirian.
“Usul Arab agar terlebih dahulu menentukan definisi terorisme yang disetujui dunia adalah salah satu cara untuk keluar dari perang jangka panjang dan melelahkan. Kita berharap agar kejadian di Irak menyadarakan kelompok konservatif di Washington,” demikian laporan harian terbesar Arab itu.
(ant/gtr)