Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kurs Dolar Melejit, Pelajar Indonesia di Timur Tengah Menjerit

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 25 Desember 2013 20:08 8:08 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 25 Desember 2013 20:08
Bagikan
Mahasiswa Indonesia makan bersama pelajar Sudan.
Bagikan

Hidayatullah.com–Melejitnya kurs dolar Amerika Serikat (USD) berimbas pada kondisi ekonomi sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Para pelajar Indonesia di Sudan dan Yaman pun terkena dampaknya.

Fathi Farhat, mahasiswa Ma’had Lugho Arobiyyah Wa Dirosatil Islamiyah Li Annatiqin Ghoiru Arob, Hajj Yusuf, Khartoum, Sudan misalnya, mengaku sangat terganggu dengan naiknya kurs dolar.

“Jangankan buat bayar sakan (rumah huni), makan aja susah. Semua (harga) naik. Kami dikirim (uang) orangtua Rp 1 juta, di sini cuman dapat USD 81 saja. Innalillah. Rp 1 juta tuh biasanya bisa buat hidup sebulan, sekarang cuman bisa buat setengah bulan,” ujar Farhat langsung dari Sudan kepada Hidayatullah.com di Jakarta, Selasa, 21 Shafar 1435 H (24/12/2013) via sambungan internet.

Farhat menceritakan, sejak kurs dolar terhadap mata uang Sudan Pound (SDG) naik beberapa waktu lalu, harga kebutuhan barang dan jasa juga naik. Mulai makanan hingga transportasi.

“Ayam, yang dulunya di suq (pasar) 1 kg seharga SDG 20 sekarang SDG 35 per kilo. Biasanya salatoh -sayuran campuran- kita beli SDG 5 bisa, sekarang SDG 5 cuman dapat bawang merah 4 buah. Angkutan umum dari SDG 2 naik SDG 3,” tutur mahasiswa semester 3 yang menetap di Syar Nil Hajj Yusuf Wahidah 14, Syari Wahid ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Keluhan senada dilontarkan Faiz Ahmad Kholis, mahasiswa semester 1 Jurusan Syari’ah di Internasional University of Africa. Yang paling dia rasakan adalah biaya transportasi.

“Terutama ongkos bis jadi naik 100 persen. (Akibatnya) sering ‘berantem’ sama kernet. Kalau barang rata-rata dua kali lipat termasuk barang pokok, kalau jasa 100 persen (naik) karena bensin mahal,” ungkap lajang asal Dumai, Kepulauan Riau ini.

Seperti diketahui, akhir November lalu, harga minyak di SPBU di Sudan naik menjadi SDG 20,8 (setara USD 4,7) dari SDG 12,5 (setara USD 2,83). Kenaikan ini menyusul pencabutan subsidi minyak oleh pemerintah Sudan yang dipimpin Presiden Omar al-Bashir.

Faiz menuturkan, situasi ekonomi di Sudan berdampak pada demo massal yang menelan korban jiwa beberapa bulan lalu.

“Sekarang 1 dolar sama dengan 8 pound Sudan. Awal ana (saya, Red) datang di tahun kemarin cuma 5,5 pound Sudan per 1 dolar,” jelas mahasiswa yang tinggal di Khartoum, Ibukota Sudan ini.

Imbas di Yaman

Jeritan nyaris sama terdengar dari negeri Yaman. Seperti yang dikeluhkan Muzhirul Haq, mahasiswa Al-Iman University, Sana’a kepada Hidayatullah.com, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berimbas pada tabungannya yang bernilai lebih kecil dari biasanya. Walaupun sebenarnya, kata dia, kurs mata uang Yaman tidak melemah, tetap di angka 215 real Yaman per dolar AS.

“Kalau dulu kami ambil Rp 1 juta bisa dapat USD 100 atau 22 ribu real Yaman. Sekarang, Rp 1 juta (hanya dapat) 17 bahkan 16 real Yaman aja,” jelas mahasiswa jurusan hadits yang sudah sekitar 6 tahun menetap di sana.

“Artinya kalau kita ngambil uang sekarang jadi lebih sedikit. Yang kemarin-kemarin sejuta bisa dapat USD 100, sekarang gak bisa,” tambah Abunizar, rekan Muzhirul yang sudah berkeluarga.

Pelajar Indonesia lainnya, Abdul Mannan Hajar, mengakui keluhan rekan-rekannya. Kenaikan kurs dolar atas rupiah sangat berimbas pada pengeluaran Mannan.

“Karena kalau narik uang via atm, otomatis dia kurskan dulu (dari rupiah) ke dolar, abis itu ke real Yaman. Yang biasanya (tabungan) Rp 1 juta bisa narik 20 ribu real Yaman, sekarang hanya 16 ribu, bahkan 15 ribu atau 14 ribu,” jelasnya.

“Sungguh sangat menyiksa, apalagi sebagai seorang mahasiswa,” lanjut pria asli Makassar, Sulawesi Selatan ini.

Akhir 2013 ini, mata uang rupiah anjlok mencapai angka di atas Rp 12.000 per dolar AS.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penyelenggaraan Haji 2013 Berhasil Menghemat Rp 265,4 Miliar
Tulisan selanjutnya Ketua Umum Fakta Jadi Korban Pencurian Pecah Kaca Mobil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?