Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perkembangan Terbaru Keterlibatan AS dalam 11 September

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 September 2003 08:04 8:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 September 2003 08:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ada warna baru seiring peringatan dua tahun tragedi 11 September di Eropa. Di kawasan yang kebijakan AS dan Presiden Bush makin tak populer ini, teori konspirasi makin laku. Buku-buku yang memberi “penjelasan” melawan arus mengenai siapa di balik tragedi 11 September justru laku keras.

Meskipun setiap buku memiliki sudut pandang berbeda atas tragedi itu, namun pengarangnya sama-sama berpendapat bahwa pemerintahan George W Bush dikabarkan telah merencanakan serangan kamikaze (bunuh diri) pesawat jet itu atau setidaknya membiarkan itu terjadi untuk mempercepat agenda kebijakan luar negeri yang agresif.

Lebih dari 70 ribu orang Jerman membeli buku berjudul CIA dan 11 September karangan Andreas von Buelow, mantan menteri riset Jerman. Di buku terlaris di urutan ketiga itu, dia berpendapat pesawat-pesawat yang ditabrakkan itu tidak dipiloti oleh pembajak militan melainkan oleh remote control (pengendali jarak jauh). Mantan menteri riset federal itu juga menyatakan bahwa agen intelijen AS (CIA) atau agen rahasia Israel (Mossad) terlibat dalam perencanaan 11 September.

Von Buelow dan pengumbar teori konspirasi lainnya telah berulang kali dikritik di media Eropa, tetapi ide mereka tampaknya mendapatkan tempat yang semakin besar. Ini seiring ketidakpercayaan mengenai alasan yang diberikan terhadap perang Iraq pimpinan AS tumbuh. Di antaranya soal senjata pemusnah masal yang ternyata omong kosong.

Ada buku lain yang lebih sukses. Penerbitan Zweitausendeins (2001) di Frankfurt memuji-muji kesuksesan buku Mathias Broecker yang berjudul Konspirasi, Teori Konspirasi dan Rahasia 11 September di website mereka. Buku ini terjual lebih dari 105 ribu eksemplar dalam 10 bulan. Sebuah edisi kelanjutannya baru saja meledak di toko-toko buku.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Broecker, mantan jurnalis harian sayap kiri Tageszeitung, berpendapat bahwa lusinan “pertanyaan tak terjawab” tentang poin-poin serangan dan upaya menutup-nutupi oleh bagian pemerintahan AS.

Buku Operasi 9/11 yang ditulis oleh reporter televisi publik, Gerard Wisnewski, juga dilahap publik. Ia berpendapat bahwa menara kembar WTC diledakkan dengan bahan peledak. Buku ini cetak ulang empat kali hanya dalam waktu tiga minggu di toko buku.

Di Inggris, artikel di harian Guardian yang ditulis oleh mantan Menteri Lingkungan Partai Buruh, Michael Meacher, yang mengatakan petinggi AS terlibat dalam rencana dan dengan sengaja mengosongkan pertahanan udara pada 11 September memprovokasi perdebatan sengit.

Berkecambahnya analisis dengan teori konspirasi -yang sering dinista sebagai “teori sampah” itu-menyusul sukses yang diraih Thierry Meyssan. Pengarang Prancis ini, lewat bukunya 9/11: L’enffroyable imposture 9/11: (Kebohongan yang Mengerikan), lebih dulu menggegerkan.

Dalam buku terlaris 2002 (terjual 164 ribu eksemplar) itu berpendapat serangan ke Pentagon adalah usaha pejabat militer AS untuk membenarkan perang di masa depan. Buku itu juga menuduh faksi sayap kanan pemerintah AS yang cenderung mendominasi dunia dan mengontrol minyak Timur Tengah berada di belakang serangan.

Meyssan, pemikir sayap kiri yang dihormati itu, yakin pesawat yang ditabrakkan ke Pentagon 11 September 2001, yang menewaskan 189, tidak ada dan tabrakan itu adalah sandiwara, karena tak ada bekas sisa-sisa pesawat. Itu, katanya, adalah karena rudal AS sendiri.

Robald Thoden, dari Jaringan Riset 9/11 Jerman yang mengorganisasi berkumpulnya orang-orang yang menyatakan diri sebagai ahli 11 September di Berlin pekan lalu, membantah ada nuansa anti-Amerika ketika mempertanyakan arus utama penjelasan peristiwa itu.

“Awalnya orang-orang berduka bersama Amerika dan tidak berani menanyakannya, tapi sekarang mereka ingin tahu siapa yang berada di belakang ini,” katanya. “Ini bisa menjadi anti-Amerika, karena banyak orang Amerika yang mempertanyakan pertanyaan yang sama.”

Uniknya, survei yang dilakukan oleh institut Forza yang ternama dan diterbitkan oleh mingguan Die Zeit pada Juli menemukan bahwa 31 persen orang Jerman di bawah usia 30 tahun percaya bahwa pemerintah AS terlibat secara langsung dengan serangan 11 September. Di tengah seluruh kelompok usia, rata-ratanya “hanya” 19 persen. (jp)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Parlemen Yaman Ingatkan Agenda AS di Indonesia
Tulisan selanjutnya Sidang Kasus ‘Priok’ Dimulai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

Terbaru

  • PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
  • Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
  • Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?