Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dikecam, Cara AS Tangani Teroris

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 November 2003 08:19 8:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 November 2003 08:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para pembela hak asasi manusia, Jumat (14/11), mengecam kebijakan pemerintahan George Walker Bush karena menahan ratusan orang tanpa proses pengadilan. Mantan Presiden AS Jimmy Carter, PBB, dan sekitar 43 negara juga mendesak AS agar segera menyelesaikan persoalan tersebut. Seiring dengan itu, Mahkamah Agung AS memutuskan pengadilan atas para tersangka anggota Al Qaeda.

Kelompok yang menamakan diri Human Rights Watch (HRW) Kamis lalu mendesak Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair untuk mempersoalkan masalah itu dengan Presiden Bush dalam kunjungannya ke Inggris, 18 November mendatang. Sejak serangan teror 11 September 2001, AS telah menahan sekitar 1.200 imigran serta 660 tahanan dan tersangka lain di Teluk Guantanamo, Kuba. Namun, hingga kini AS tidak melakukan pengadilan terhadap para tahanan itu.

Dengan alasan itu, HRW menuntut AS melakukan pengadilan terhadap para tahanan sesuai dengan standar internasional. “Mereka sudah ditahan terlalu lama tanpa proses pengadilan,” kata Wendy Patten, Direktur HRW.

AS setidaknya menahan sembilan warga Inggris di antara 660 orang yang sekarang ditahan di Teluk Guantanamo. Pemerintahan Bush mengatakan, para tahanan, yang sebagian besar diambil selama perang Afganistan, seluruhnya musuh dalam pertempuran.

Menurut HRW, AS menolak melakukan dengar pendapat secara perseorangan untuk menentukan status tahanan itu sesuai Konvensi Geneva Ketiga. Sementara itu, Rabu lalu, PM Tony Blair menegaskan perlunya segera mengadili para tahanan Inggris atau memulangkan mereka. Namun, Blair tidak menjanjikan kepastian ia mengangkat persoalan itu dalam pembicaraan dengan Bush.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Keberatan

Seiring dengan itu, mantan Presiden Jimmy Carter bersama dengan PBB dan wakil dari 43 negara menolak tegas kebijakan AS yang menahan 1.200 imigran pascaserangan 11 September di Teluk Guantanamo. Jika ingin menghentikan terorisme, lanjut mereka, AS harus segera memenuhi kebutuhan mendasar mereka di bidang hukum.

Desakan itu merupakan bagian dari Deklarasi Atlanta, hasil konferensi tentang HAM selama dua hari di Carter Center, Atlanta, AS. Melalui dokumen itu, mereka sekaligus mendesak AS memperbarui pandangan mereka tentang pentingnya kebebasan dasar di tengah upaya mereka memerangi terorisme.

Carter dan kelompoknya itu juga meminta seluruh bangsa di dunia mencabut hukum yang mengekang HAM, mempertahankan kebebasan berbicara, berkumpul, dan memperkuat keadilan, serta mendukung pekerja HAM melalui PBB.

“Cara terbaik membangun keamanan adalah dengan menghormati dan menjunjung tinggi HAM,” demikian deklarasi tersebut. “Tekanan oleh pemerintah tidak akan mengurangi terorisme,” ujar Jimmy Carter menambahkan.

Meskipun demikian, PBB menyambut baik upaya Mahkamah Agung AS untuk segera menyelesaikan proses hukum para tersangka teroris yang kini ditahan di Teluk Guantanamo. PBB sekaligus mengingatkan, tanpa proses hukum bagi para tersangka, tidak akan pernah ada jaminan keamanan seluruh bangsa di dunia dari ekses terorisme yang akan ditimbulkan.

PBB juga mengingatkan gagalnya internasional dalam menutup aset Al Qaeda. Hal itu terutama disebabkan oleh tidak adanya kerja, terlalu banyak “lubang” dalam legislatif, serta kurangnya determinasi politik.

Harian Inggris Financial Times kemarin mengatakan, Al Qaeda, Taliban, dan jaringannya masih bisa mendapatkan, mengumpulkan, mentransfer, atau mendistribusikan sejumlah dana. Ditegaskan, hal itu memerlukan penyelesaian komprehensif. (kcm)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban AS di Iraq Melebihi Perang Vietnam
Tulisan selanjutnya Empat Mantan Tokoh Shin Bet Kritik Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?