Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Teken Kesepakatan Damai dengan Taliban, AS akan Segera Tarik Pasukan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Maret 2020 16:15 4:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Maret 2020 16:15
Bagikan
Perundingan damai intra-afghanistan taliban as
Amerika Serikat dan Taliban di Doha hari Sabtu (29/2/2020) menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Afghanistan.
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah berhasil meredam kekerasan di Afghanistan selama sepekan, Amerika Serikat dan Taliban hari Sabtu (29/2/2020) menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di negara di kawasan Asia Tengah itu. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dan jubir Taliban di Doha, Qatar, Suhail Shaheen menghadiri seremoni penandatanganan kesepakatan itu.

Kesepakatan tersebut menyebutkan soal penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan, tuntutan kunci yang sejak awal konflik 2001 diminta Taliban. Amerika Serikat akan menarik 8.600 dari 13.000 serdadunya yang sekarang ini dikerahkan di Afghanistan.

Baik Washington maupun Taliban menyambut kesepakatan itu sebagai pencapaian bersejarah, yang mereka katakan sebagai langkah besar menuju perdamaian di Afghanistan.

Pasukan AS akan mulai ditarik segera, kata Presiden AS Donald Trump hari Sabtu, ketika ditanya awak media tentang jadwalnya.

Uni Eropa menyambut baik kesepakatan Taliban-AS itu sebagai “langkah awal penting” menuju perdamaian yang langgeng, tetapi mendesak agar hak-hak asasi manusia dan kaum wanita juga dihormati.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Peluang saat ini untuk bergerak maju menuju perdamaian tidak boleh disia-siakan,” kata kepala kebijakan Uni Eropa Josep Borrell dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri AS Mark Esper menekankan bahwa kesepakatan tersebut barulah permulaan dan Washington siap membatalkan perjanjian itu apabila Taliban dianggap gagal mematuhinya.

Satu delegasi pemerintah Afghanistan juga hadir di Doha untuk menyaksikan penandatanganan kesepakatan itu, tetapi tidak memainkan peran apapun.

Taliban menjuluki pemerintah Afghanistan sebagai “boneka AS” dan menolak berhubungan langsung dengan mereka.

“Republik Islam Afghanistan sudah membentuk sebuah komite untuk menjajaki kontak awal dengan Taliban,” kata Sediq Sediqqi, seorang jubir Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, kepada DW di Doha menjelang penandatanganan. “Kami membentuknya setelah Taliban berulang kali memintanya yang disampaikan kepada kami lewat sekutu-sekutu internasional kami,” imbuhnya.

Namun, Taliban masih belum menganggap kehadiran wakil pemerintah Kabul itu penting.

“Kami tidak mengundang delegasi pemerintah Aghanistan ke Doha. Apabila pihak AS yang mengundang mereka, maka itu tidak ada urusannya dengan kami,” kata Suhail Shaheen yang juga anggota tim negosiasi Taliban kepada DW.

“Kami akan lanjut sesuai dengan kerangka yang sudah disepakati dengan AS. Kerangka kerjanya jelah, pertama kami akan menandatangani kesepakatan, yang akan diikuti kemudian dengan tahap pembangunan kepercayaan,” kata Shaheen. “Selama tahap pembangunan kepercayaan, sebanyak 5.000 anggota kami yang dikurung di penjara-penjara Afghanistan, dan 1.000 tahanan dari pemerintah Afghanistan, akan dibebaskan. Hanya apabila langkah-langkah tersebut sudah dilakukan maka akan dimulai dialog intra-Afghanistan,” tegas Shaheen.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Riset: Minat Baca Anak-Anak Inggris Menurun
Tulisan selanjutnya Mantan Dubes Iran untuk Vatikan Meninggal karena Virus Corona

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Anwar Ibrahim Malaysia Hamas
Berita

Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’

Berita
14 September 2026 11:39
MUI Tegaskan Peringatan Maulid Nabi Tak Semestinya Bernuansa Satanic
Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza
Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina

Terbaru

  • Irlandia Boikot Eurovision untuk Kedua Kalinya, Soroti Situasi Kemanusiaan Gaza
  • Mantan Presiden Kosovo Dihukum Penjara 25 Tahun karena Kejahatan Perang
  • Oman Serukan Rute Alternatif Pengiriman LNG Supaya Tidak Lewat Hormuz
  • Ms Rachel Gandakan Donasi Mackelmore untuk Palestina, Jadi 2 Juta Dolar AS
  • Saat Harga BBM Naik, Qatar Salurkan 1,3 Juta Liter Bahan Bakar untuk Gaza
  • MUI Titip Pesan kepada Menkeu Suahasil: Jaga APBN dan Perkuat Ekonomi Syariah
  • Ucap Salam, Polisi Muslimah Berpangkat Tinggi India Dimutasi
  • Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
  • Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT
  • 87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?