Hidayatullah.com–Sabtu lalu, rombongan pasukan AS tengah menggeledah Masjid Abu Hanifa di Al-Adhamiya. Sayangnya, perilaku mereka membuat warga menjadi marah. Selain menggeledah dengan membawa anjing memasuki masjid, mereka juga melemparkan salinan al-Quran ke lantai. Kontan saja perilaku pasukan AS yang tidak sopan itu dianggap warga Iraq sebagai sebuah kesengajaan dan menghina Islam.
Kawasan Masjid Abu Hanifa, di Al-Adhamiya merupakan kawasan warga muslim yang dihuni kelompok Sunni. Tak urung, kejadian penghinaan itu kini menyisakan kemarahan warga.
?Mereka menuduh mencari pembunuh di dalam masjid itu tetapi sebenarnya mereka ingin memusnahkan semua tempat suci di negara saya,? ujar seorang warga, dikutip The New Standard. Hassam Aziz Abdul, sambil merenung mengaku marah ke arah pasukan AS yang sengaja membawa masuk anjing ke dalam masjid.
Tindakan terakhir tentera AS menyerbu terjadi pada 11 April lalu dan dengan alas an mereka mencari senjata dari para pejuang Iraq. Anggota pasukan AS ketika itu, memusnah beberapa pintu kampus yang menyambung dengan masjid serta melepaskan tembakan ke arah dindingnya.
Kejadian penghinaan di kawasan suci umat Islam merupakan kejadian keempat kali. Sebelumnya, Masjid Abu Hanifa pernah diserbu oleh pasukan penjajah itu sejak serangan ke Iraq bulan Maret tahun lalu.
Seorang saksi mata, Ra?ad Hussam Thamil, mengatakan, dirinya tengah sholat di masjid ketika pasukan AS memasuki masjid sembari menodongkan senjata mereka ke arah 200 jamaah yang sedang sholat selama tidak kurang satu jam.
?Mereka berjalan di dalam masjid dengan memakai sepatu,? katanya.
Jurubicara Masjid Salman Alber mengatakan, dalam serbuan April lalu pasukan AS turut memasuki masjid dengan memakai sepatu dan mengarahkan para jamaah di dalam tempat ibadah itu untuk segera melutut dengan kepala ditundukkan.
Menurut pengurus ta?mir masjid itu, Kassim (54), seorang tentera AS memukulnya di dahi dengan popor senajata M16. ?Saat saya jatuh, mereka menendang saya. Mereka datang untuk menghina orang Islam. Untuk apa lagi? Kami tidak mempunyai senjata di sini, bukan mujahidin. Mereka ingin memusnahkan agama Islam,? katanya.
Menurut Prof. Adnan Mohammed Salman al-Dulainy dari Universitas Diwan Wakfa Sunni di Baghdad, Masjid Abu Hanifa adalah masjid utama Sunni di kawasan itu.
Al-Dulainy adalah pemimpin Sunni di Iraq yang bertanggungjawab atas semua imam Sunni di negara itu. ?Ia juga salah satu masjid penting Sunni di Iraq serta salah satu yang penting di Asia Barat,? katanya.
Al-Dulainy mengunjungi masjid itu selepas serbuan pasukan AS. Sikap pasukan AS itu melahirkan kemarahannya. ?Saya menyeru semua pemimpin Arab dan Islam seluruh dunia mengecam tindakan ini dan menunjukkan kekecewaan mereka mengenai tindakan hina ini.
?Ini ialah satu penghinaan kepada semua umat Islam seluruh dunia?,? katanya.
Menurut al-Dulainy, dia mencoba menjalin kerjasama dengan komandan AS beberapa kali tetapi tidak berhasil. ?Saya memberitahu dengan jelas dan terbuka mengenai bagaimana mereka sepatutnya bertindak di tempat ibadat tetapi mereka masih tidak mengubah sikap mereka,? katanya.
Dia juga membantah keras penahanan imam selepas serbuan April lalu. ?Lebih 70 imam Sunni ditahan hari ini. Kami mendesak dan meminta mereka dibebaskan,? katanya.
Al-Dulainy juga mengatakan, sebagian masjid diserang oleh pasukan penjajah dan bertindak membunuh jamaahnya yang sedang sholat.
Beberapa minggu lalu, dunia juga digegerkan dengan sikap keji para pasukan AS terhadap para tahanan Iraq di penjara Abu Gharib. Selain mendapatkan penyiksaan dan penganiayaan, para tahanan diperkosa, ditelanjangi secara beramai-ramai, diseret seperti anjing dalam keadaan telanjang. (tns/bh/cha)