Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Human Rights: Peristiwa di Uzbekistan adalah Pembantaian

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juni 2005 03:33
Bagikan
Bagikan

Organisasi HAM Human Rights Watch menyatakan tindak kekerasan terhadap para demonstran yang dilakukan pasukan pemerintah di Timur Usbekistan sebagai sebuah pembantaian

Hidayatullah.com–Menurut Human Rights Watch, jumlah korban tewas serta kekejaman yang dilakukan tanpa pandang bulu menguatkan pernyataan itu, demikian menurut laporan yang dikeluarkan di Moskow. Hingga kini Usbekistan tetap menolak mengijinkan pihak internasional untuk menyelidiki kasus tersebut.

Tanggal 13 Mei di kota Andishan di Timur Usbekistan, diduga ratusan orang, diantaranya wanita dan anak-anak tewas akibat tembakan peluru tajam aparat militer.

Di Moskow Organisasi HAM Human Rights Watch mengeluarkan sebuah laporan yang mempertanyakan reaksi dari pemerintah di Usbekistan. Ken Roth dari organisasi HAM yang berkedudukan di New York itu mengatakan, jumlah korban tewas dan aksi petugas keamanan di Andishan membuat pihaknya menyebut tindakan itu sebagai pembantaian. Tindak kekerasan yang digunakan aparat terlalu berlebihan untuk menghadapi ancaman beberapa orang bersenjata dan demonstran lainnya.

Sebelum demonstrasi itu terjadi beberapa pemberontak menyerbu sebuah tangsi dan mencuri sejumlah senjata, dan ketika mereka membebaskan para tahanan dari penjara, sekurangnya sembilan pegawai dan sipir penjara tewas. Itu merupakan kejahatan yang setiap negara harus dapat mengatasinya, kata Ken Roth. Namun petugas keamanan Usbekistan bertindak brutal seperti mereka harus menumpas sebuah perjuangan kelompok Islam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Pernyataan pemerintah Usbekistan terhadap peristiwa itu sangat salah. Mereka mengatakan, 170 orang tewas. Padahal kenyataannya beberapa kali lipat dari jumlah itu. Dalam pernyataan itu dikatakan, korban tewas tersebut akibat perbuatan para pemberontak, meski sebagian besar para demonstran itu tewas oleh petugas keamanan pemerintah.“

Petugas keamanan mengepung kota itu dengan panser dan melakukan tindakan brutal agar para demonstran tidak melarikan diri. Human Rights Watch mengaku telah menanyai lebih dari 50 saksi mata di Andishan.

“Para penembak jitu ditempatkan di sepanjang jalan. Pasukan itu kemudian mulai menembaki sekitar 300 demonstran dan hanya beberapa orang yang selamat. Jika seseorang mengangkat kepalanya, akan ditembak. Setelah tampaknya hampir semua tewas, pasukan itu memeriksa jika masih ada yang hidup, untuk kemudian menewaskannya.“

Tidak ada pihak asing yang boleh masuk ke rumah sakit, ke kuburan atau ke kamar mayat, sehingga hingga kini tidak ada yang tahu pasti jumlah korban yang tewas. Mereka yang memberikan informasi mendapat ancaman.

Menurut Ken Roth, hanya melalui penyelidikan independen, kenyataan itu dapat dibuka. “Penyelidikan oleh pihak internasional diperlukan untuk menyelesaikan masalah itu. Kami tidak percaya pemerintah Usbekistan akan melakukan pencarian terhadap pelaku pembantaian itu.“

Human Rights Watch juga menyerukan kepada Rusia, AS dan Uni Eropa untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Usbekistan agar mengijinkan dilakukannya penyelidikan independen mengenai kasus tersebut.

Pemerintah tangah besi Uzbekistan hanya mengakui, korban umat Islam yang dibanti hanya sekitar 170-an, sementara data yang ditunjukkan lembaga HAM internasional jumlahnya mencapai angka 600 oang. (hid)

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS Tak Akan Bisa Kalahkan Mujahidin Iraq”
Tulisan selanjutnya Indonesia Diminta Tinjau Rencana Beli Senjata ke Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?