Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Komisi Investigasi AS Tak Temukan Bukti Iraq dan Al-Qaidah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Juni 2004 09:53 9:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Juni 2004 09:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah–Komisi yang menginvestigasi serangan 11 September (Panel 11/9) di Amerika Serikat (AS) mendapatkan ternyata tidak ada bukti yang kredibel yang mengaitkan hubungan Iraq dan Saddam Hussein dengan kelompok Al-Qaidah sebagaimana sering dituduhkannya.

Pemerintah Bush sudah lama menyatakan adanya kaitan antara mantan pemimpin Iraq itu dengan Al- Qaidah, dan menjadikannya alasan untuk menyerbu Iraq tahun lalu.

Tim investigasi membeberkan penemuan mereka kemarin di sebuah sidang dengar pendapat. Hasil temuan panel tersebut tampaknya berlawanan dengan pernyataan Wapres Dick Cheney, Senin lalu, bahwa Saddam telah lama menjalin hubungan dengan Al-Qaidah. Pejabat pemerintahan Presiden George W. Bush selama sering menuduh kontak yang telah berjalan puluhan tahun antara Saddam dan pelaksana Al-Qaidah sebagai dalih invasi AS ke negara itu.

Mereka memang tidak mengklaim Iraq terlibat langsung dalam serangan 11 September 2001. Namun, menurut para pengritik, pejabat Bush sengaja membiarkan publik Amerika memiliki kesan seperti itu.

Laporan komisi tersebut dirilis pada awal hearing panel selama dua hari soal perkembangan konspirasi 11 September dan respons mendadak Badan Penerbangan Federal (FAA) serta pertahanan udara AS.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami akan bicarakan evolusi Al-Qaidah dan bagaimana mereka berpindah dari satu jenis organisasi pada akhir 1980-an menjadi organisasi lebih cepat dan menyebar pada 1990-an,” kata Timothy Roemer, tokoh komisi dari Demokrat, sebelum hearing.

Laporan yang sebagian didasarkan pada interogasi anggota-anggota Al-Qaidah itu mendapati, Usamah bin Ladin memang pernah bertemu dengan seorang pejabat tinggi intelijen Iraq di tahun 1994 dan menjajaki kemungkinan kerjasama, tetapi rencana itu tidak pernah terwujud.

Anehnya, pejabat-pejabat CIA dan FBI yang hadir pada sidang itu turut setuju dengan penemuan terbaru tersebut.

Calon presiden dari Partai Demokrat, Senator John Kerry, mengatakan, laporan komisi itu merupakan bukti bahwa pemerintah telah menyesatkan AS tentang salah satu alasan untuk penyerbuan ke Iraq.

Sebelumnya AS menyerbu Iraq dengan tuduhan Saddam dan Iraq telah memiliki senjata pemusnah massal dan terlibat dengan Al-Qaidah. Sayangnya, semua yang tuduhkannya dilanggarnya sendiri.

Meski pada akhirnya AS tak menemukan bukti, mengambalikan kedaimaian Iraq dan kedaulatannya seperti sedia kala seperti sebelum dilakukan penyerangan bukanlah tabi’at AS. Bagaimanapun, AS akan terus mencari pembenaran terhadap segala kekeliruan. (abcn/ap/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menlu AS Akan ke Jakarta Akhir Juni Ini
Tulisan selanjutnya Puluhan Ribu Massa Sambut Amien Rais

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?