Hidayatullah.com–Bom ditengarai berasal dari sebuah minibus yang diledakkan di dekat sebuah kantor polisi sekitar pukul 10 pagi waktu setempat. Bom mobil ini diledakkan di muka sebuah kantor polisi. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan besar di sekitar lokasi, dan menghancurkan sejumlah bangunan. Hingga kini belum jelas siapa yang bertanggung jawab. Namun, bisa diduga, serangan itu berasal dari kelompok pejuang yang selama ini menyerang kepentingan penjajah AS di negara itu.
Serangan ini merupakan serangan paling buruk sejak pemindahan kekuasaan di Iraq oleh AS bulan lalu. Agustus tahun lalu, bom besar diledakan di luar mesjid di Najaf yang menewaskan lebih 80 orang.
Seperti beberapa insiden sebelumnya, bom mobil di Baquba diledakkan dengan sasaran orang-orang yang ikut antek-antek AS. Bom kemarin meledak di depan antrian warga yang tengah mendaftarkan diri untuk menjadi polisi Iraq. “Kami kumpulkan mereka di satu tempat untuk mencatat nama mereka. Ada antrian ketika tiba-tiba kendaaan itu muncul dan meledak,” kata seorang petugas polisi.
Perlawanan
Meski AS telah menyerahkan kekuasaan pada pemerintahan sementara, toh kebencian rakyat Iraq masih terus berlanjut. Termasuk kebencian terhadap aset dan kaki-tangan pemerintahan boneka AS itu. Berbagai kejadian belakangan menyiratkan sebagai perlawanan terhadap segal simbol pemerintah boneka AS.
Walau pemimpin pasukan koalisi AS terus mengirimkan bala-tentara untuk mengamankan Iraq, berbagai perlawanan rakyat dan kaum pejuang tak mampu menghentikan situasi di Iraq. Minggu lalu, pasukan Filipina ditarik mundur setelah pejuang Iraq menculik seorang supir.
Kemarin, sekitar 35 gerilyawan dikabarkan tewas dan lebih dari 40 orang ditangkap dalam satu operasi bersama yang dilakukan pasukan multinasional dan pasukan Iraq di sebelah selatan Baghdad, Rabu pagi, kata militer AS. Seorang tentara AS juga dikabarkan tewas dan tiga orang lainnya luka-luka ketika iring-iringan kendaraan mereka mendapat serangan satu bom di pinggir jalan di wilayah bermasalah Balad Ruz, sebelah utara Baghdad, kata pejabat militer AS.
Sebelumnya, Selasa (27/7), seorang penyerang bom bunuh diri meledakkan dirinya di Baquba, daerah sebelah utara Baghdad, beberapa jam setelah serangan mortir di ibukota Iraq itu menewaskan seorang pengangkut sampah dan mencederai seorang Iraq serta 14 prajurit AS, kata polisi dan militer AS. (rtr/afp/kcm/ant)