Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Agen Israel bobol Rahasia Pemerintahan AS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2004 06:45 6:45 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Agustus 2004 06:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Biro Investigasi Federal AS (FBI), kemarin mengakut telah menyelidiki informasi tentang bocornya rahasia kebijakan Pemerintah AS soal Iran. Informasi tersebut dibocorkan oleh seorang analis di Pentagon bernama Larry Franklin lewat kelompok lobi Yahudi di AS bernama AIPAC.

Pejabat AS mengatakan, selama setahun belakangan ini pihaknya telah menyelidiki isu itu secara diam- diam, termasuk dengan menggunakan peralatan elektronik, apakah seorang analis Pentagon telah menyalurkan bahan rahasia ke Israel. Pihak penuntut umum AS masih mempertimbangkan apakah akan mengajukan tuduhan kegiatan mata- mata yang paling berat kepada yang bersangkutan.

Sumber-sumber pemerintah AS sebelumnya mengatakan bahwa FBI sedang menginvestigasi seorang analis yang mempunyai hubungan dengan kantor Kementerian Pertahanan Donald Rumsfeld. Analis itu dicurigai telah memberikan dokumen berklasifikasi tinggi kepada Israel lewat Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC), yakni lobi pro-Israel yang sangat kuat di Washington.

Dalam pernyataan singkatnya, Departemen Pertahanan AS mengatakan pihaknya telah mengadakan kerja sama soal masalah itu dengan Departemen Kehakiman dan memahami bahwa ruang lingkup penyelidikan tersebut sangat terbatas. Para pejabat Israel menekankan bahwa Tel Aviv sejauh ini tidak melakukan mata-mata terhadap AS sejak tertangkap basah dua dekade lalu dalam skandal spionase yang melibatkan analis Angkatan Laut AS Jonathan Pollard yang ditahan tahun 1985 di luar gedung kedutaan Israel.

“Kami membantah telah melakukan kegiatan intelijen. Ini berita aneh,” kata seorang pejabat senior Israel yang menolak disebut namanya. “Israel, selama bertahun-tahun, tidak melakukan kegiatan intelijen di AS,” ujarnya pula.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Yuval Steinitz, Ketua Komite Pertahanan dan Urusan Luar Negeri Parlemen Israel, mengatakan bahwa Israel membuat “keputusan kukuh” 20 tahun lalu, setelah penahanan Pollard, untuk tidak memata-matai lagi Washington. “Saya sangat percaya pada petugas penyelidikan AS dan oleh karena itu saya sangat yakin bahwa Israel tidak terlibat kasus semacam itu,” ujarnya.

Seorang jurubicara kedubes Israel di Washington menyebut tuduhan itu sebagai dibuat-buat dan tak patut. AIPAC sendiri menggambarkan kecurigaan itu sebagai tidak berdasar dan tidak benar.

PM Israel Ariel Sharon sering menyoroti hubungan hangatnya dengan Presiden AS George W Bush dan telah mengunjungi Gedung Putih sebanyak sembilan kali sejak menjadi orang nomor satu di Israel. Seorang asisten senior Sharon sering bertemu dengan Penasehat Keamanan Nasional Condoleezza Rice.

Namun kasus Pollard masih merupakan gangguan dalam hubungan antara kedua negara. Pollard, warga Yahudi keturunan AS, dijamin kewarganegaraan Israelnya pada tahun 1995, delapan tahun setelah menjalani hukuman seumur hidup karena melakukan mata-mata untuk pemerintah Tel Aviv.

Menurut televisi CBS yang pertama melaporkan investigasi FBI ini, satu dari dokumen yang diberikan kepada Israel merupakan arahan kepresidenan berupa rancangan atas kebijakan AS terhadap Iran – yang ditempatkan Bush dalam “poros setan.”

Para pejabat Israel dan AS menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, Meski AS dan Israel sendiri juga melakukan hal yang sama. Sejak Revolusi Islam tahun 1979, Iran menolak mengakui hak keberadaan Israel.

Iran mengatakan pekan lalu pihaknya berhasil melakukan uji-coba lewat penembakan versi rudal balistik jarak-menengah, Shahab-3, yang telah dikembangkan. Pakar militer mengatakan, Shahab-3 yang belum dimodifikasi itu sudah mampu melibas pangkalan militer Israel atau AS di kawasan Teluk.

Iran juga mengaku, pengembangan senjata nuklirnya hanya semata-mata untuk keamanan dan perdamaian dunia. (AP/afp/ant/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 27 Agen Rahasia Terlibat Skandal Abu Ghraib
Tulisan selanjutnya Tokoh ‘Petrus’ itu Telah Pergi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?