Hidayatullah.com—Di tengah-tengah kehebohan perihal sejumlah paket mencurigakan berupa bom yang dikirimkan ke sejumlah tokoh terkemuka di Amerika Serikat, polisi hari Kamis (25/10/2018) mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki lebih lanjut sebuah paket mencurigakan di Tribeca, NYC, yang dikirim ke alamat restoran milik aktor Robert de Niro, Tribeca Grill, lapor Euronews mengutip NBC.
Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa paket tersebut sesuai dengan paket-paket lainnya yang dikirim kemarin, kata seorang pejabat hukum kepada NCB.
Kantor Deputy Commissioner, Public Information (DCPI) mengatakan tidak ada evakuasi yang perlu dilakukan terkait kejadian di Tribeca Grill itu.
Sedikitnya 7 tokoh terkemuka di Amerika Serikat hari Rabu (24/10/2018) dikirimi paket mencurigakan berisi alat peledak, yang disebut Wali Kota New York Bill de Blasio sebagai “tindakan terorisme.”
Paket-paket itu dikirim ke alamat Hillary Clinton (istir bekas presiden Bill Clinton yang juga pernah menjabat menteri luar negeri AS), Barrack Obama (mantan presiden AS), Andrew Cuomo (gubernur New York), Eric Holder (mantan jaksa agung AS), Debbie Wasserman Schultz (anggota kongres AS), John Brennan (bekas direktur CIA). Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pebisnis George Soros juga dikirimi paket berisi bom.
Seorang pejabat federal AS hari Rabu mengatakan bahwa mereka juga sedang melacak sebuah paket mencurigakan yang dikirimkan ke alamat mantan wakil presiden AS Joe Biden.
Paket mencurigakan yang ditujukan untuk Clinton berhasil ditemukan oleh agen dari US Secret Services pada Selasa malam. Sementara paket untuk Obama disita hari Rabu pagi. Keduanya ditemukan saat dilakukan proses pemeriksaan surat-surat rutin oleh petugas, kata Secret Service dalam pernyataannya.
Lpaoran CNN menyebutkan bahwa polisi dan tim penjinak bom di Sunrise, Florida, mengevakuasi gedung di mana kantor anggota kongres Debbie Wassermann Schultz berada, setelah sebuah paket diterima di kotak surat.
Paket tersebut sebenarnya ditujukan untuk Eric Holder, tetapi karena alamatnya keliru maka paket itu dikembalikan ke kantor Wasserman Schultz.
Sebuah foto isi paket yang dipublikasikan NBC News menunjukkan benda yang mencurigakan tersebut mirip dengan bom pipa.
Akun Twitter resmi Departemen Kepolisian Washington DC membagikan foto salah satu paket yang menghebohkan tersebut.
Gedung Putih lewat jubirnya Sarah Huckabee Sanders mengecam upaya serangan itu dengan menyebutnya sebagai tindakan “keji.”
Presiden AS Donald Trump menyatakan setuju dan mencuit ulang kecaman oleh Wapres Mike Pence yang menyebut aksi pengiriman paket-paket bom tersebut sebagai “tindakan pengecut.”*