Hidayatullah.com–Menurut kantor berita AFP, empat karyawan stasiun televisi CBS itu kehilangan pekerjaan mereka setelah menayangkan acara khusus yang isinya mengkritik latar belakang wajib militer Presiden AS, George W. Bush..
Sebelumnya, televisi CBS juga dituding telah melanggar ketentuan dan undang-undang media massa, dengan menyiarkan program “60 Minutes” pada bulan November lalu. Tayangan tersebut berdasarkan empat bukti tulisan tangan seorang mantan kolonel militer AS dan seorang perwira militer AS di pasukan Garda Nasional Texas, bernama Jerry Killian, pada dekade 1970-an.
Penayangan program itu berbuntut pemecatan terhadap Wakil Direktur CBS, Betsy West, Eksekutif Produser CBS, Josh Howard, dan dua produser acara “60 Minutes”, Marry Murphy dan Marry Mips.
Jaringan televisi CBS, merupakan salah satu diantara jaringan televisi ternama. Bersana jaringan televisi ABC, NBC, Fox TV, Reuters dan CNN, CBS merupakan jaringan televisi raksasa yang dikenal di seluruh dunia. Acara “60 Minutes” nya sering mengguncang dan sering membikin heboh dunia .
Agustus lalu, CBS pernah mengungkap sekandal mata-mata Israel di markas pertahanan dan keamanan Amerika, Pentagon. Mata-mata ini sengaja memberikan informasi rahasia AS ke Israel.
CBS juga pernah mempublikasikan puluhan gambar yang menunjukkan berbagai penyiksaan oleh tentara AS terhadap para tawanan Iraq di Penjara Abu Ghraib, Baghdad. Foto-foto itu kemudian sempat menggegerkan dunia.
CBS, juga pernah mewawancara mantan Menteri Keuangan AS Paul O’Neill yang telah mengungkapkan rencana busuk pejabat Gedung Putih dan Presiden AS untuk menyerang Iraq sejak tahun 2001. Menurut O’Neill, Presiden Bush sudah mempertimbangkan menyerang Iraq dan menggulingkan Saddam Hussein jauh-jauh hari. (afp/irib/hid/cha)