Hidayatullah.com–Sekurang-kurangnya 12 mayat ditemukan terkubur di sebuah timbunan sampah di pinggiran Baghdad, Iraq, Jumat (6/5), sebagian mengenakan penutup mata dan mereka diperkirakan mengalami penembakan dari jarak dekat, demikian kata sejumlah pejabat.
Dalam peristiwa terakhir di Iraq, seorang pembom bunuhdiri meledakkan dirinya di satu pasar di selatan Baghdad Jumat (6/5), yang menewaskan sekurang-kurangnya 14 orang dan mencederai 43 lainnya, demikian menurut polisi. Serangan itu terjadi di Suwayrah, 40 kilometer di selatan Baghdad, di daerah kubu para pejuang yang dikenal sebagai Segitiga Kematian, demikian kata Kol. Pol. Ali al-Zarqani.
Di utara ibukota, di kota asal Saddam Hussein, para pejuang meluncurkan lagi serangan lainnya terhadap pasukan keamanan Iraq, dengan menggunakan bom mobil bunuhdiri. Tujuan serangan itu untuk menghancurkan satu minibus polisi di sebuan pos pemeriksaan, yang mengakibatkan sekurang-kurangnya delapan orang tewas di dalam mobil itu.
Serang tersebut merupakan bagian dari maraknya aksi kekerasan yang telah merenggut korban sekurang-kurangnya 255 orang –kebanyakan adalah tentara dan polisi Iraq — sejak PM Ibrahim al-Jaafari mengumumkan pemerintahan barunya 28 April lalu dengan tujuh posisi Kabinet yang masih fakum.
Seorang pembom bunuhdiri meledakkan mobilnya di sebelah bus yang membawa anggota polisi ke tempat kerja mereka di kota Tikrit, Iraq Utara, Jumat, yang menewaskan delapan personel polisi dan melukai 15 lagi, kata polisi setempat.
Ledakan di Tikrit tersebut, 175 kilometer sebelah utara Baghdad, adalah serangan paling akhir dalam gelombang aksi serangan yang menyambut pembentukan pemerintah baru Iraq. Polisi Irak, Jumat, juga menyatakan mereka menemukan 14 mayat dengan luka tembakan di Baghdad Utara. Polisi mengatakan korban tewas tersebut, dengan mata tertutup, telah ditembak di kepala.
Sebelumnya, seorang pembom bunuh diri di kota Arbil, Iraq Utara, menewaskan sebanyak 60 orang, dan satu bom mobil di Baghdad menewaskan sembilan prajurit Iraq. (ap/wpd/cha)