Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jual Beli Istilah “Militan Islam”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juni 2005 02:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bukan tanpa alasan kalau Pakistan gencar memburu kelompok militan Islam Taliban dan Al Qaidah. Pusat intelijen Amerika (CIA) menjanjikan hadian USD 3.000-25.000 (sekitar Rp 28 juta-239 juta) untuk penangkapan anggota kelompok tersebut.

Salah seorang pensiunan CIA Gary Schroen mengaku membawa sendiri hadiah itu. "Bukan hal yang mengejutkan bila kita menyediakan hadiah," kata Schroen.

Dia mengatakan, pejuang Afghanistan, seperti Jenderal Rashid Dostum, termasuk tokoh yang menikmati hadiah itu. Dostum mendapatkan hadiah tersebut karena orang-orangnya dianggap mampu menangkap lebih banyak anggota militan Taliban dan Al-Qaidah, istilah yang sering mereka pergunakan sebagaimana Amerika melakukannya.

Namun, Menteri Informasi Pakistan Sheikh Rashid Ahmed membantah. "Tak seorang pun menerima hadiah," katanya. Pernyataan serupa dikeluarkan pemerintah AS melalui Departemen Pertahanan, Hukum, serta CIA. Mereka mengaku tidak mengetahui masalah tersebut.

Menurut departemen itu, hadiah hanya diberikan kepada yang mampu memberikan informasi atas keberadaan tersangka teroris yang diburu AS. Steve Pike, jubir Dephan AS, mengatakan bahwa hingga saat ini, dana yang dikeluakan mencapai USD 57 juta (sekitar Rp 545 miliar). Program tersebut menawarkan USD 25 juta (sekitar Rp 239 miliar) untuk informasi yang mengarah pada penangkapan pemimpin Al-Qaidah Usamah bin Laden dan sebutan ‘kelompok militan’ lain, seperti di Yordania Abu Musab al-Zarqawi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dengan janji hadiah itu, para tahanan di Penjara Teluk Guantanamo merasa bahwa mereka sengaja "dijual" kepada AS. Seorang tahanan yang mengaku pengungsi Afghanistan di Pakistan menuduh intelijen negara tersebut telah menjualnya.

"Saat saya dipenjara, mereka berkata saya harus menyediakan sejumlah uang untuk membebaskan saya. Jika tidak, saya akan dituduh dengan tuduhan palsu dan dijual kepada AS. Karena itu, saya sekarang berada di Cuba," ujarnya. Dia mengatakan bahwa dirinya ditahan selama dua bulan 20 hari sebelum dijual kepada AS.

Nasser al-Mutairi, seorang warga Kuwait yang dibebaskan, mengatakan kepada al-Odha bahwa pasukan Dostum menjualnya kepada Pakistan seharga USD 5.000 (sekitar Rp 47 juta).

Selanjutnya, Pakistan menjual mereka kepada AS. "Saya juga mendengar, orang-orang Arab dijual kepada pemerintah mereka sendiri oleh Pakistan," ungkapnya.Tahanan lain menyatakan bahwa dia ditangkap ketika dalam perjalanan ke Jerman pada 2001 lalu. Mafia yang menangkapnya menerima bayaran sekoper penuh uang setelah menyerahkan kepada "pembeli".

Sebelum dibawa ke Guantanamo, dia sempat ditahan beberapa waktu di Afghanistan. "Hal ini sangat jelas. Mereka tahu bahwa AS memburu warga Arab. Maka mereka menangkap warga Arab dan menjualnya, seperti menangkap ikan dan menjualnya," jelasnya.

Seorang tahanan yang mengaku pejuang Taliban mengatakan bahwa dia dan sejumlah temannya dijebak pasukan Rashid Dostum. Mereka ditangkap dan diperbolehkan pulang jika menyerahkan senjata mereka.

Namun, pasukan Dostum tidak memenuhi kesepakatan itu dan menjual mereka kepada AS. Sejumlah tahanan yang berasal dari Suku Uighurs, China, juga mengalami hal yang sama. Mereka dibawa ke perbatasan Pakistan, kemudian dijual kepada AS dan diterbangkan ke Guantanamo. "Kami dibawa ke perbatasan dan disuguhi daging domba sebagai makan malam. Kami juga menginap di rumah mereka," ujarnya. (ap/jp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anjangsana ke Bumi Cenderawasih
Tulisan selanjutnya Majelis Duma Rusia Sebut AS Negara Paling Intervensif di Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?